by

10 Pengusaha PO Bus Terkaya di Indonesia

Bus kini hadir dengan tampilan yang bagus dan menarik sehingga membuat penumpang lebih nyaman dan aman.

DEPOKRAYANEWS.COM- Kehadiran jalon tol yang membentang di Pulau Jawa dan sebagian Sumatera secara tidak langsung memberi gairah baru bagi pengusaha perusahaan oto (PO) bus. Kehadiran jalan tol, mempersingkat waktu tempuh. Ini yang kemudian mendorong masyarakat untuk beralih ke angkutan bus ketibang yang lain.

Apalagi bus kini hadir dengan tampilan yang bagus dan menarik sehingga membuat penumpang lebih nyaman dan aman. Di Indonesia sendiri, banyak perusahaan otobus yang melayani kebutuhan masyarakat dan jumlahnya kini semakin banyak.

Lalu siapa 10 pemilik PO terkaya di Indonesia?

1. Yonatan Budiyanto
PO Nusantara asal Kudus ini didirikan pada tahun 1968 oleh Yonatan Budiyanto. PO Nusantara dikenal dengan armadanya yang terbilang mewah dari berbagai merek.

Pada awal mula berdiri hanya mengandalkan dua bus merek GAZ buatan Uni Soviet tahun 1965. Saat itu, bus ini dibeli bekas bus Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Kemudian pada tahun 1969, PO Nusantara kembali menambah armada busnya dengan membeli bus bekas TNI AU. Kali ini ada lima bus yang bermerek ZIEL yang digunakan sebagai armada PO Nusantara.

Kini, PO Nusantara melayani trayek menuju kota-kota besar di Pulau Jawa, seperti Semarang, Yogyakarta, Purwokerto, Tegal, Cirebon, Bandung, Jakarta, Bogor, Surabaya, Malang dan kota-kota lainnya. PO Nusantara sempat menjadi perusahaan bus yang memiliki sasis Scania terbanyak. Selain itu juga memiliki sasis bus yang langka dari berbagai merek. “Sasis langka misalnya Volvo B12M, Scania FE, MAN RR4 dan R37

2. Yustinus Soeroso
Adalah Yustinus Soeroso yang membangun PO Rosalia Indah dari nol. Lahir dari keluarga kurang mampu berkat kerja keras dan ketekuanannya pria yang akrab disapa Pak Roso ini menjadi sultan dengan memiliki ratusan bus mewah.

Kini Rosalia Indah memiliki lebih dari 1.000 personil dan lebih dari 140 kantor perwakilan serta agen di Jawa-Sumatra. Per 2021, Rosalia Indah memiliki armada double decker dengan jumlah sebanyak 21 buah. Rosalia Indah menjadi salah satu PO bus terbesar yang melayani AKAP di Jawa dan Sumatra, serta bus pariwisata.

3. H. Engkud Mahpud
H. Engkud Mahfud adalah pendiri PO Mayasari Bakti. Kini, PO Mayasari Bakti adalah salah satu perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang transportasi yang beroperasi di Jabodetabek. Mayasari Bakti merupakan salah satu perusahaan bus yang memiliki trayek terbanyak dan termasuk ke dalam kategori Bus Kota.

Selain mengoperasikan sekitar 2.500 armada angkutan, PT Mayasari Bakti telah membentuk anak-anak perusahaan yang bergerak dalam bidang karoseri, vulkanisir, dealer Hino serta perusahaan lain yang masih terkait dengan bisnis transportasi.

4. Jacobus Irawan
Jacobus Irawan adalah pemilik dari HIBA Group. PO HIBA Group merupakan bus pariwisata, antar jemput, dan AKAP lewat PO Laju Prima.
Berdiri sejak 1949, HIBA Group berkembang menjadi PO bus terbesar di Indonesia.

Perusahaan otobus ini di dominasi oleh sasis hino, karena perusahaan ini bekerjasama dengan pabrikan hino Indonesia, dan mendapat kepercayaan untuk membuka dealer Hino sendiri yakni HIBA INDO ARMADA MOTOR. Saat ini jumlah armadanya perkirakan mencapai 2.000 lebih armada bus.

5. Haryanto
H. Haryanto adalah pemilik dari PO Haryanto. Saat ini, PO Haryanto dikabarkan telah mempunyai kurang lebih 300 bus dengan 2.000 karyawan

Awalnya ia hanya mempunyai lima bus, terus berkembang hingga puluhan bus dan sekarang memiliki 300 bus lebih. Sebagai salah satu perusahaan transportasi terbesar, PO Haryanto pun kini memiliki 2.000 karyawan. Diketahui, H. Haryanto memiliki aset mencapai sekitar Rp600 miliar.

6. GT Soerbakti
GT Soerbakti adalah pemilik dari Lorena Group. Diketahui, PO Lorena mempunyai trayek AKAP melayani 60 kota mulai dari Pulau Bali, Jawa, Madura hingga Sumatera. Armada busnya kemudian mencapai 500 unit. PO Lorena menjadi PO bus yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

PO Lorena itu dirintis, mantan tentara berpangkat kapten yakni Kapten Soerbakti. Dia menyadari di era 1970-an betapa sulitnya angkutan umum di antara Jakarta dengan Bogor. Tak heran jika di tahun 1970, dia mendirikan CV Lorena Transport dan Tour. Kapten Soerbakti bisa dibilang nekad dalam memulai usahanya, yakni dengan menjual rumahnya dan rela membawa keluarga kecilnya untuk tinggal di rumah kontrakan.

7. Hasanuddin Adnan
SAN Group adalah kelompok usaha yang didirikan oleh Hasanuddin Adan yang dirintis sejak tahun 1978.

Usaha ini dimulai dari usaha angkutan barang (Ekspedisi) dengan 2 (dua) unit light truck sampai memiliki 14 unit truck besar. Pada saat yang sama, Hasanuddin Adan masih bekerja sebagai PNS dikantor Pemerintah Propinsi Bengkulu dan menjabat sebagai kepala bagian kendaraan di Biro Umum Propinsi Bengkulu (sampai dengan tahun 1984).

Kini PO SAN menjadi salah satu perusahaan transportasi terbesar di Indonesia. PO SAN memiliki banyak trayek termasuk trayek Blitar-Pekanbaru. Diketahui, PO SAN memiliki 120 unit armada bus.

8. Herman Rusly
Herman Rusly merupakan pendiri PO Bus Sinar Jaya. PT Sinar Jaya Megah Langgeng adalah salah satu perusahaan Bus yang berasal dari Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sinar Jaya merupakan cikal bakal sekaligus bagian dari Sinar Jaya Group, bersama dengan Daya Melati Indah (DMI), Sinar Shuttle, Sinar Jaya Langgeng Utama (Starbus), dan Sinar Express.

Berbekal pengalaman di bidang transportasi sejak 1969, Herman Rusly bersama H. Rasidin Karyana mendirikan PO Sinar Jaya pada tanggal 18 November 1982. Kini, PO Sinar Jaya memiliki lebih dari 1.000 unit.

9. H. Ismail
H. Ismail merupakan pendiri PO Dewi Sri. PO Dewi Sri didirikan di Kota Tegal pada dekade 1980-an oleh H Ismail, pria asal Randusanga Kulon, Brebes, yang merantau ke Tegal setelah menikahi istrinya Hj Rokhayah

Pada masa awal pendiriannya, Dewi Sri beroperasi pada trayek Tegal-Jabodetabek pulang pergi. Saat itu, persaingan Bus Antarkota Antarprovinsi di jalur Pantura sangat ketat. Bersama dengan “saudara” nya yakni Dedy Jaya, Dewi Sri bersaing dengan PO Sinar Jaya yang saat itu sedang naik daun. Tak heran bila ketiga bus tersebut sering mengalami aksi kejar-kejaran.

PO Dewi Sri juga melayani Sewa Bus Pariwisata untuk kebutuhan perjalanan wisata menuju Jawa dan Bali. Kini, PO Dewi Sri memiliki armada mencapai 500-an unit.

10. H.Saleh Budiman
H. Saleh Budiman adalah pendiri PO Bus Budiman. PO Budiman adalah bus antarkota dan pariwisata yang berasal dari Tasikmalaya dengan jumlah armada hingga 700 unit.

H. Saleh Budiman dilahirkan dalam keluarga yang sederhana. Awalnya, ia hanyalah seorang pedagang kecil di Tasikmalaya. Mimpinya sejak kecil adalah menjadi orang kaya, tetapi tetap dalam kesederhanaan.

Dengan uang hasil tabungannya, ia membeli mobil bekas dengan cara berkongsi dengan pengusaha dari Banjar dan Bandung. Usahanya terus berkembang hingga memiliki truk sebanyak 20 unit dan mengubah usahanya menjadi usaha angkutan bus dengan nama “Budiman”.

Bermodal empat unit bus bersasis Mercedes–Benz OF 1113 sebagai armada awal, keempatnya diberi nomor sesuai urutan OF 001, OF 002, OF 003, OF 004 dan melayani lokal Priangan Timur saja seperti Tasikmalaya dan Ciamis.
(red/ril)

1

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed