Depicta 2017, Semakin Banyak Melahirkan Kreatif-kreatif Muda

Sebarkan :

 
Inilah pemenang Depok ICT Award 2017 yang diselenggarakan Diskominfo Kota Depok, Walikota Depok menyerahkan hadiah kepada pemenang.

Inilah pemenang Depok ICT Award 2017 yang diselenggarakan Diskominfo Kota Depok, Walikota Depok menyerahkan hadiah kepada pemenang.

Depokrayanews.com- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok sukses menggelar Depok ICT Award (Depicta) yang berakhir pada Minggu 14 Mei 2017 lalu. Banyak hal yang luar biasa muncul dari kreativitas anak-anak muda Kota Depok.

Pada lomba membuat aplikasi mobile berbasis android misalnya, banyak sekali muncul aplikasi-aplikasi baru yang sederhana tapi sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam berbisnis. Misalnya, aplikasi kredit, dan aplikasi pengelolaan bank sampah.

Dalam pameran teknologinya juga begitu, banyak sekali ditampilkan hasil karya teknologi informasi dari SMA/SMK, perguruan tinggi, komunitas, serta masyarakat umum dalam bentuk aplikasi, animasi serta penemuan-penemuan masyarakat Depok dalam bidang TIK.

“Depicta 2017 ini adalah wadah untuk memberikan apresiasi atas karya yang mereka buat agar dikenal oleh masyarakat luas,’’ kata Kepala Seksi Tata Kelola Teknologi Informasi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemerintah Kota Depok, Rusdiyanto kepada depokrayanews.com, Senin (15/5/2017)

Anto, begitu biasa dipanggil, melihat animo dan kreativitas anak-anak muda itu semakin hebat dan luar biasa. Apalagi, aplikasi yang mereka buat sangat aplikatif, artinya bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam berbinis.

Peserta Depok ICT 2017

Peserta Depok ICT 2017

Setelah menjalani beberapa rangkaian acara, akhirnya, Depok ICT Award 2017 ditutup oleh Walikota Depok, Mohammad Idris pada Minggu 14 Mei 2017. Walikota pun mengaku sangat kagum melihat kreativitas anak-anak muda yang ditampilkan dalam bentuk aplikasi maupun animasi,

Karena itu, walikota menyebut Depok ICT Award (Depicta) 2017 bukan sekadar ajang perlombaan biasa, tapi juga punya peran strategis bagi mereka yang ingin eksis di dunia teknologi informasi. “Para pemenangnya nanti akan disalurkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok untuk bisa berkiprah di perusahaan-perusahaan besar, paling tidak untuk bisa link dengan mereka yang sudah mempunyai aplikasi-apikasi yang sangat kreatif,” kata Idris. Langkah mempertemukan pemenang dengan perusahaan-perusahaan besar, menurut Idris adalah sesuatu yang baru bagi pemenang Depicta 2017.

Ini salah satu peserta Depok ICT Award 2017.

Ini salah satu peserta Depok ICT Award 2017.

Lalu siapa pemenang Depok ICT Tahun 2017 ? Setelah melihat pemaparan dan ujicoba aplikasi, maka dewan juri kemudian memutuskam bahwa Kelompok Andara Tec dari STT Nurul Fikri menjadi juara dalam Depicta 2017 dengan aplikasi Trashpedia.

Aplikasi ini sengaja mereka buat untuk memudahkan para nasabah bank sampah dalam melakukan transaksi. Kelompok Andara Tec itu berhasil mengalahkan delapan kelompok peserta lainnya.

Irfan Prasetyo, salah seorang personel Andara Tech,, mengatakan aplikasi Trashpedia ini merupakan aplikasi manajemen bank sampah mobile di Kota Depok. Aplikasi ini yang menghubungkan antara pengepul dan para nasabah bank sampah.

Selama ini para nasabah bank sampah melakukan transaksi dan pendataan secara manual yakni dengan menulis di kertas atau buku yang sewaktu-waktu bisa saja hilang. “ Tapi aplikasi ini akan mencatat semua transaksi sekecil apapun,’’ kata Irfan.

Kehadiran aplikasi itu, secara tidak langsung ikut mensosialisasikan bank sampah supaya menjadi sebuah gerakan luar biasa di Kota Depok. Degan demikian, keinginan Walikota Depok Mohammad Idris menjadikan Depok Zero Waste City bisa segera terwujud.

Menurut Irfan aplikasi ini sangat aplikatif. Para pengepul bisa mengetahui berapa banyak sampah yang ada di nasabah bank sampah, sehingga bisa segera diambil oleh pengepul. Selama ini nasabah bank sampah merasa kesulitan mencari pengepul.

“Di sini mereka bisa memasukkan data berapa banyak sampah yang terkumpul di bank sampah. Dari data itu pengepul bisa mengetahui berapa yang mesti dibayar dan berapa dana yang akan masuk ke rekening tabungan nasabah,’’ kata Irfan.

Aplikasi ini memberikan kemudahan mengenai lokasi bank sampah yang akan didatangi para pengepul. Kemudian akan diketahui secara seketika berapa saldo tabungan nasabah bank sampah. Pada aplikasi itu juga diketahui kalau ada kegiatan-kegiatan bank sampah yang diselenggarakan oleh komunitas lingkungan atau Pemerintah Kota Depok. ‘’Jadi ini sangat berguna sekali bagi nasabah bank sampah, dan para pengepul,’’ kata dia.

Ke depan, Irfan berharap, aplikasi ini bisa digunakan oleh Pemerintah Kota Depok untuk meningkatkan keberadaan bank sampah, Apalagi aplikasi ini sangat membantu para pelaku bank sampah dalam menjalankan kegiatannya.
“Sudah ada tiga bank sampah di Depok yang menggunakan aplikasi ini,’’ kata Irfan sambil berharap aplikasi ini menjadi aplikasi resmi bagi Pemerintah Kota Depok untuk menyeragamkan aplikasi yang digunakan, sehingga memudahkan dalam melakukan pemantauan perkembangan bank sampah di Kota Depok.

Lalu apa kata Plt Kepala Diskominfo Kota Depok Widyati Riyandani ? ‘’Mudah-mudaan aplikasi itu bisa menjadi pilot project untuk membantu bank-bank sampah yang sekarang sudah terkelola dengan baik,” jelas Widyati.

Menurut Widya, yang dibutuhkan bank sampah saat ini adalah tata kelola organisasi yang baik, termasuk pemanfaatan aplikasi, sehingga bank sampah berjalan dengan baik dan transparan. ‘’Kalau bank sampah sudah dikelola dengan baik, tentu saja akan sangat mudah melakukan sinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersian (DLHK) Kota Depok.,’’ kata Widya.

Rusdiyanto, Diskominfo Pemkot Depok.

Rusdiyanto, Diskominfo Pemkot Depok.

Rusdiyanto menyebut tidak gampang bagi 5 orang dewan juri dalam menentukan pemenang. Padahal anggota dewan juri bukan sembarangan. Misalnya, Indra Gilang, seorang praktisi yang sudah melanglang buana menciptakan aplikasi untuk kepentingan perusahaan asing.

Kemudian ada Andreas Sanjaya, seorang vounder badan interaktif yang punya Igro. Andreas ini terkenal karena bisa membuat system yang mempertemukan petani dengan investor. Karena aplikasinya itu, kabarnya Andreas akan mendapat penghargan dari PBB.

Juri yang lain adalah Tommy, pemilik Code Margonda yang pernah menjadi juara komunitas IT Kota Depok beberapa waktu lalu. Ada lagi Aprian Eko Putranto dan Petro mewakili Diskominfo Kota Depok.

Keputusan dewan juri itu kemudian menetapkan Transhpedia sebagai juara pertama. Kemudian untuk kategori sekolah website SMA Negeri 2 Kota Depok sebagai pemenang. Untuk website dinas dan badan di lingkungan Pemkot Depok, website Bappeda dinilai yang paling bagus. Sedangkan untuk kategori komunitas pemenangnya adalah Code Margonda.

Pada acara itu, Walikota Depok juga meluncurkan aplikasi PBB Online yang diharapkan bisa memberikan kemudahan bagi wajib pajak membayar PBB nya. Dengan aplikasi itu, wajib pajak bisa mengetahui berapa tagihan yang harus dibayar.

“Pengguna aplikasi tinggal memasukkan e-SPPT secara online dan bisa langsung mengetahui berapa yang harus dibayar,” kata walikota, Tapi pembayaran PBB nya masih tetap dilakukan melalui perbankan. ‘’Nanti aplikasi ini akan dikembangkan supaya bisa langsung membayar melalui aplikasi android ini,” kata Idris. (red)


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

RSUD Kota Depok di Sawangan.

Melihat Fasilitas RSUD Kota Depok

DepokRayanews.com- Kota Depok hingga kini baru punya satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yakni di ...