Kenapa Asuransi Jiwa Syariah tidak Berkembang

Sebarkan :

 
Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim

Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahimm (rep)

Depokrayanews.com- Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim menilai, perkembangan asuransi jiwa syariah masih stagnan.

Menurut dia, 20 tahun lalu ketika asuransi syariah mulai diwancanakan, dan memiliki ambisi bisa lebih besar dari Malaysia selama 15 tahun, tidak ada perkembangan berarti.

”Tapi nyatanya sampai hari ini belum bisa bersuara banyak,” kata Hendrisman, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, ada banyak hal yang menyebabkan asuransi syariah tidak berkembang. Salah satunya adalah karena kurangnya kampanye atau sosialisasi terhadap sistem syariah.

Selain itu, meski mayoritas penduduk di Indonesia beragama Islam. Namun tidak otomatis umat Islam tertarik untuk membeli produk syariah.

”Jadi perlu penelaahan lebih jauh, kalau kita lihat beberapa pemerintahan mencoba mengembangkan ekonomi syariah, tidak hanya asuransi, tapi juga industri keuangan syariah,” kata Hendrisman.

Oleh karena itu, lanjut dia, agar asuransi syariah bisa berkembang, mereka mesti memiliki asosiasi sendiri, terpisah dari AAJI. Selain itu, asuransi syariah di Indonesia saat ini masih bersifat divisi di suatu perusahaan asuransi.

”Kita tahun lima ke depan harus dipisah. Sementara waktu ini jadi satu,” kata Hendrisman. (rol)


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Izin usaha BPR Mega Karsa Mandiri yang berkantor di Cinere dicabut oleh OJK.

OJK Cabut Izin Usaha BPR Mega Karsa Mandiri Cinere

DepokRayanews.com- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Mega Karsa Mandiri ...