Ini yang Dilakukan Camat Sukmajaya Sehingga dapat Hadiah Mobil

Sebarkan :

 
Camat Sukmajaya Taufan Abdul Fatah foto bersama dengan hadiah yang diperolehnya.

Camat Sukmajaya Taufan Abdul Fatah foto bersama dengan hadiah yang diperolehnya.

Depokrayanews.com- Camat Sukmajaya. Kota Depok, Taufan Abdul Fatah mendapat penghargaan sebagai camat terbaik intensifikasi pemungutan pajak kendaraan bermotor.dari Gubernur Jawa Barat Achmad Heryawan.

Selain piagam dari gubernur, Taufan juga mendapat hadiah sebuah mobil semi mewah.

Secara simbolis, mobilnya sudah diserahkan pada acara penyerahan penghargaan 6 September 2017 lalu di Bandung, Jawa Barat. Tapi secara fisik, mobilnya belum sampai di kantor Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.

Selain Taufan Abdul Fatah, ada 2 camat lain di Provinsi Jawa Barat yang mendapat penghargaan yakni Camat Cipaku Kabupaten Ciamis dan Camat Babakan Madang Kabupaten Bogor. Tapi kategorinya berbeda-beda, di Jawa Barat ada sekitar 600 kecamatan, termasuk 11 kecamatan di Kota Depok.

Taufan adalah camat pertama di Kota Depok yang menerima penghargaan seperti itu, apalagi mendapat hadiah mobil sekaligus.

Lalu apa yang dilakukan mantan Kepala Kesbangpol itu sehingga mendapat hadiah mobil?

“Kami melakukan berbagai inovasi dan secara konsisten kami melakukannya, sehingga berdampak positif terhadap penerimaan pajak kendaraan bermotor,” kata Taufan Abdul Fatah kepada depokrayanews.com.

Yang menarik dilakukan Taufan adalah
membuat layanan info Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang disebut dengan Silain PKB yakni sistim layanan informasi pajak kendaraan bermotor berbasis E-Paten.

Sistem E-Paten ini merupakan inovasi dari sistem Paten yang diatur dalam Permengdari 4/2010.

Kemudian di halaman kantor kecamatan
dibuat zona parkir khusus. Artinya, mobil yang boleh parkir di zona itu adalah mobil yang sudah membayar pajak kendaraan bermotor.

“STNK kendaraanya akan diperiksa oleh petugas Satpol PP. Kalau ketahuan belum bayar pajak. tidak boleh parkir di zona khusus itu, silakan parkir di tempat lain,” kata Taufan.

Kemudian dalam setiap urusan dengan kantor kecamatan tim Taufan selalu mengaitkan dengan pajak kendaraa bermotor.

“Yang belum membayar pajak akan kita berikan pengertian bahwa pajak kendaraan bermotor itu sebagian digunakan untuk biaya pembangunan,” kata Taufan.

Dalam setiap kesempatan bertemu dan berdialog dengan masyarakat, Taufan selalu menyelipkan pesan agar masyarakat membayar pajak kendaraan bermotornya. tepat waktu supaya tidak kena denda.

Taufan merasa terpanggil untuk melakukan itu karena 30 persen dari pajak kendaraan bermotor itu masuk menjadi penerimaan daerah.

Tahun lalu, dari catatan depokrayanews.com, Pemkot Depok menerima Rp 400 miliar dari pajak kendaraan bermotor

Taufan yakin angka Rp 400 miliar itu bisa ditingkatkan, karena banyak kendaraan yang tidak membayar atau menunggak pajak.

Tahun lalu saja di kantor Samsat satu yang antara lain meliputi Kecamatan Sukmajaya, Cilodong, Cimanggis, Tapos, ada sekitar 36,9 persen kendaraan tidak mendaftar ulang (KTMD). Artinya, kendaraan itu belum membayar pajak. Begitu juga di kantor Samsat dua yang antara lain meliputi kecamatan Beji, Sawangan, Limo, Cinerea, Bojongsari dan Cipayung.

Tapi berkat kegigihan banyak pihak termasuk sosialisasi yang dilakukan Camat Sukmajaya, maka dalam periode Januari hingga Juli 2017, kendaraan yang belum mendaftar ulang tinggal 9,77 persen. Selamat Pak Camat Sukmajaya. Taufan Abdul Fatah, sebuah inovasi yang luar biasa. (red)


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Jajaran direksi PDAM Tirta Asasta usai menerima penghargaan.

PDAM Tirta Asasta Kota Depok Raih Penghargaan PDAM Terbaik 2018

DepokRayanews.com- PDAM Tirta Asasta Kota Depok meraih penghargaan sebagai PDAM Terbaik Tahun 2018 untuk kategori ...