Dari Seminar Kadin Depok: UMKM Itu Pedagang atau Pengusaha ?

Sebarkan :

 
Wakil Ketua Kadin Kota Depok,  Desfandri (kiri) foto bersama dengan pembicara dan moderator seminar kiat bisnis.

Wakil Ketua Kadin Kota Depok, Desfandri (kiri) foto bersama dengan pembicara dan moderator seminar kiat bisnis.

Depokrayanews.com- Kalangan usaha mikro dan kecil menengah (UMKM) harus mempertegas jati dirinya, apakah menjadi pedagang atau pengusaha.

“Yang yang menjadi pertanyaan itu, status UMKM itu apa? Pedagang atau pengusaha? Jati dirinya harus jelas, karena pedagang dan pengusaha itu sangat berbeda,” kata Rudi P.Sinurat, bos waralaba Tahu Jeletot Taisi pada seminar kiat bisnis yang diselenggarakan Kadin Kota Depok di Teras UMKM Kadin Depok, Mall Detos, Jumat (13/10/2017),

Seminar dengan tema Rahasia Sukses Memulai Usaha dari Nol itu diikuti sekitar 100 pengusaha UMKM Kota Depok. Acara itu dibuka Ketua Kadin Kota Depok, Miftah Sunandar.

Duta UMKM Jogyakarta Dhany Nugrahani juga hadir dan sempat berbagi pengalaman pada sesi seminar itu.

Acara itu juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya dari Ikatan Budaya Sunda (IBS) dibawah koordinator Asep Nandang.

Menurut Rudi, kalangan UMKM sendiri masih banyak yang binggung tentang jadi dirinya, apakah pedagang atau pengusaha.

Tidak heran kalau kemudian banyak UMKM tidak bisa berkembang, karena tidak mau merubah pola pikir atau sistemnya dalam berusaha.

Ketua Kadin Kota Depok,  Miftah Sunandar membuka seminar kiat bisnis yang diselenggarakan Kadin Kota Depok.

Ketua Kadin Kota Depok, Miftah Sunandar membuka seminar kiat bisnis yang diselenggarakan Kadin Kota Depok.

“Kalau pengusaha masih membuat pembukuannya ditulis tangan di buku, itu namanya pengusaha berprilaku pedagang,” kata Rudi yang sudah menjalani berbagai bisnis itu.

Alumni MIPA Universitas Indonesia (UI) itu kemudian membeberkan apa perbedaan pedagang dengan pengusaha.

“Perbedaan antara pedagang dan pengusaha dapat dilihat dari 3 aspek,” kata Rudi.
Pertama dilihat dari tujuannya, apakah ingin menjadi pedagang atau ingin menjadi pengusaha.

Kedua, dilihat dari cashflownya, apakah dibuat secara manual atau menggunakan sistem. “Kalau manual, itu berarti pedagang,” kata Rudi.

Rudi P. Sinurat bos waralaba Tahu Jeletot Taisi.

Rudi P. Sinurat bos waralaba Tahu Jeletot Taisi.

Ketiga, pola pikirnya, mau instant atau mau jangka panjang. “Kalau berfikiran instant, dibuat hari ini, dapat duit hari ini. Itu namanya pedagang. Kalau pengusaha selalu berfikir jangka panjang
Apa yang dikerjakan hari ini hasilnya untuk 6 bulan atau 1 tahun ke depan,” kata Rudi yang sudah menjalin kerjasama dengan lebih dari 200 mitranya untuk mengembangkan Tahu Jeletot Taisi.

Menurut Rudi, pola pikir instan itu sering kali membuat orang gampang putus asa dan gampang menyerah karena bersikap sebagai pedagang.

“Seperti buka toko, begitu satu hari saja tidak ada yang membeli, besoknya toko ditutup dengan alasan sepi. Itu ciri ciri pedagang, Tapi kalau pengusaha, selalu berusaha, dan selalu berfikir bagaimana mendatangkan pembeli,” kata Rudi.

Sebagian peserta seminar kiat sukses usaha dari nol yang diselenggarakan Kadin Kota Depok.

Sebagian peserta seminar kiat sukses usaha dari nol yang diselenggarakan Kadin Kota Depok.

Pengusaha selalu membangun jaringan. Bertemu dan berkomunikasi dengan relasi. Tapi kalau pedagang cenderung pasif, menunggu pembeli datang.

“Mulai dari sekarang, dengan 3 indikator itu, UMKM cobalah bertanya pada diri sendiri, saya ini pedagang atau pengusaha. Coba tanya diri sendiri,” kata Rudi

Pengurus Kadin Kota Depok itu mengajak pedagang untuk benar-benar menjadi pengusaha, baik secara sikap maupun pikir yang jauh ke depan.

Rudi menyebut cara cepat menjadi orang sukses adalah dengan cara menjadi pengusaha. Survei membuktikan 74 persen orang sukses dengan cara menjadi pengusaha. Cara lain seperti menjadi artis hanya 1 persen dan bahkan melalui jalur profesional seperti pengacara dan dokter hanya 10 persen.

Pada bagian lain Rudi juga memaparkan 5 level pengusaha yakni level pekerja, direktur, owner, investor dan entrepreneur. (red)


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Inilah penghargaan yang diterima UPT LPSE Kota Depok.

UPT LPSE Kota Depok Raih Penghargaan dari Pemprov Jabar

DepokRayanews.com- Unit Pelaksana Teknis (UPT) Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Depok meraih penghargaan dari ...