Ditemukan Satu Suspect Difteri di Depok

Sebarkan :

 
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok dr Noerzamanti Lies Karmawati ketika menerima piagam penghargaan Kota Sehat dari Walikota Depok Mohammad Idris disaksikan Ketua Tim Penggerak PKK Elly Farida.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok dr Noerzamanti Lies Karmawati ketika menerima piagam penghargaan Kota Sehat dari Walikota Depok Mohammad Idris disaksikan Ketua Tim Penggerak PKK Elly Farida.

Depokrayanews.com- Di Kota Depok, ditemukan satu suspect (tersangka) penyakit difteri yang sedang heboh di beberapa kota karena dianggap penyakit mematikan.

Tapi sampai Senin (4/12/2017) belum bisa dipastikan apakah itu benar-benar difteri atau bukan karena masih menunggu hasil pemeriksaan dari litbangkes di Jakarta.

“Kita masih menunggu hasil pemeriksaan di litbangkes di Jakarta, jadi belum tentu itu difteri,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Noerzamanti Lies Karmawati kepada depokrayanews.com, Senin (4/12/217).

Karena belum ada kepastian soal status pasien itu, maka Lies belum bersedia menyebutkan nama dan tempat tinggal pasien.

Lies berharap tidak ada kasus difteri di Depok, seperti yang terjadi di beberapa kota lain di Indonesia.

Seperti diberitakan depokrayanews.com sebelumnya, kasus difteri paling banyak ditemukan di Jawa Timur dengan 271 kasus dan 11 orang meninggal.

Kemudian di Jawa Barat ada 95 kasus dan 10 orang diantaranya meninggal dan di Banten 81 kasua dan 3 orang meninggal dunia.

Lies meminta tim lapangan tetap memantau kondisi lapangan, termasuk memantau laporan dari puskesmas.

Menurut Lies, penyakit difteri itu dapat dicegah melalui imunisasi. “Karena itu, semua bayi dan anak sampai dengan umur 12 tahun harus diimunisasi secara lengkap,” kata Lies.

Imunisasi lengkap itu, adalah imunisasi DPT sebanyak 3 kali pada usia 3-5 bulan. Kemudian imunisasi DT pada usia 7-8 tahun dan imunisasi DT pada usia 11-12 tahun.

“Jadi setiap anak akan memperoleh imunisasi pencegahan terhadap difteri sebanyak 5 kali. Imunisasi sebanyak 5 kali itu baru disebut lengkap,” kata Lies.

Program imunisasi bagi bayi dan anak sampai dengan umur 12 tahun di Kota Depok berjalan lancar. Apalagi Kota Depok baru saja mendapat penghargaan sebagai Kota Sehat dari Kementerian Kesehatan.

Data dari Dinas Kesehatan Kota Depok kelihatan bahwa DPT-HB-Hib 3, imunisasi terkait difteri untuk bayi pada tahun 2015, sudah 95 persen bayi yang terimunisasi, kemudian pada tahun 2016 naik menjadui 97 persen. Sedangkan pada tahun 2017 hingga September sudah mencapai 81 persen dan diperkirakan bisa di atas 97 persen sampai akhir tahun

Selain itu untuk anak-anak sampai usia 12 tahun, kini sedang berlangsung BIAS yakni bulan imunisasi anak sekolah. (red)


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Waspadai cuaca ekstrim seminggu ke depan.

BMKG Perkirakan Cuaca Ekstrem Sampai Pekan Depan

DepokRayanews.com- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat tetap waspada karena cuaca ekstrem diperkirakan ...