Elly Farida: KLA Bukan Mimpi Besar Seorang Walikota

Sebarkan :

 
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Depok,  Elly Farida pada rakor gugus tugas kota layak anak Kota Depok.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Depok, Elly Farida pada rakor gugus tugas kota layak anak Kota Depok.

DepokRayanews.com- Ketua Tim Penggerak PKK Kota Depok, Elly Farida berharap Kota Layak Anak (KLA) bukan hanya mimpi besar seorang walikota, tapi harus menjadi keinginan semua pihak.

”Apakah kita tidak ingin mengukir sejarah yang gemilang dengan mewujudkan Depok sebagai Kota Layak Anak Tahun 2021,” kata Elly Farida pada rapat koordinasi Gugus Tugas Kota Layak Anak Kota Depok, di Balaikota Depok, Senin (26/2/2018).

Anggota gugus tugas itu terdiri dari kepala dinas terkait, seperti dinas pendidikan, disdukcapil, sosial, arsip dan perpusatakaan, dinas lingkungan hidup dan dinas tata ruang dan permukiman. Hadir pula seluruh camat dan lurah se Kota Depok, dan Forum Anak. Acara itu dibuka Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna.

Selain Ketua Tim Penggerak PKK Elly Farida, tampil sebagai pembicara pada acara itu, Lurah Pondok Petir Anwar Nasihin yang memberikan testimoni tentang apa yang sudah dilakukannya untuk mendukung terwujudnya kota layak anak. Pembicara lain adalah Dian Mardianawati, kepala bidang pemenuhan hak-hak anak DPAPMK Provinsi Jawa Barat.

Menurut Elly Farida, untuk mewujudkan KLA, semua harus bergerak dari bawah, dari tingkat RW, kelurahan, kecamatan dan baru tingkat kota. Tim penggerak PKK, sudah siap bergerak dengan 25 ribu orang anggota sampai ke kelurahan.

Pada sisi lain istri Walikota Depok itu juga menyorot tingkat perceraian yang sangat tinggi di Kota Depok. ‘Dalam waktu dekat saya akan bertemu dengan para KUA, untuk membahas bagaimana mencegah terjadinya perceraian,” kata Elly Farida.

Elly Farida menyebut apa yang sudah dilakukan selama ini sudah membuahkan hasil, di mana Depok berhasil meraih penghargaan KLA strata Nindya.

Untuk mencapai KLA, masih ada 2 strata lagi yang harus dicapai yakni strata utama dan baru KLA. Di Indonesia, posisi tertinggi baru diraih Kota Solo dan Surabaya yakni strata Utama.

Bila semua lini bergerak dan semua angggota gugus tugas kota layak anak menjalankan fungsi dan tugasnya, Elly Farida optimis, Depok bisa meraih strata utama, kemudian lanjut ke KLA.

Pandangan senada juga disampaikan Dian Mardianawati. ”Di Jawa Barat, baru Kota Depok dan Kabupaten Bogor yang sudah meraih strata Nindya. Dengan semangat dan sinergi yang kuat dari semua lini, saya yakin Depok bisa segera meraih strata utama, seperti Solo dan Surabaya,” kata Dian.

Dian Mardianawati pada rakor gugus tugas kota layak anak Kota Depok.

Dian Mardianawati pada rakor gugus tugas kota layak anak Kota Depok.

Pada kesempatan itu, Dian menyampaikan beberapa catatan yang harus segera diwujudkan oleh Pemkot Depok. Misalnya, membentuk asosiasi pengusaha sahabat anak Indonesia (APSAI) dan membuat kerjasama dengan media agar dorongan melaksanakan program mewujudkan KLA bisa lebih kuat.

Dian juga mendorong agar setiap perangkat daerah yang berkaitan dengan KLA bisa melakukan inovasi yang menarik, sehingga bisa menjadi daya tarik tersendiri.

”Yang paling penting, tolong dokumentasikan semua program yang sudah dilakukan,” kata Dian sambil menjelaskan beberapa inovasi yang dilakukan kabupaten kota lain di Jawa Barat.

Dian juga menyorot masih sedikitnya jumlah forum anak di tingkat kelurahan dan pentingnya melibatkan forum anak dalam musrenbang kelurahan dan kecamatan. ”Forum anak itu harus diberi peran, biarkan mereka yang menilai karena mereka yang merasakan sebuah kabupaten kota sudah KLA atau belum,” kata Dian. (red)


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Tagar No Bra Day Jadi Topik Populer di Indonesia

DepokRayanews.com- Bulan Oktober, adalah bulannya “Kesadaran Kanker Payudara”, dan dunia berbondong-bondong melakukan berbagai cara untuk ...