Penembak Jitu Disiagakan di Pos Penjagaan Makodim 0508/Depok

Sebarkan :

 
Dandim 0508/Depok, Letkol Inf. Iskandarmanto .

Dandim 0508/Depok, Letkol Inf. Iskandarmanto .

DepokRayanews.com- Penjagaan di Markas Komando Kodim 0508/Depok kini diperketat sebagai antisipasi aksi terorisme yang menyerang secara acak di sejumlah daerah di Indonesia

Bahkan Kodim 0508/Depok menurunkan empat penembak jitu atau sniper di pos penjagaan Markas Kodim Depok.

Penembak jitu itu didatangkan dari Batalyon Infanteri Mekanis 202/Tajimalela, Mereka dipersenjatai senjata laras panjang M 16 A1 dan satu senjata otomatis (SO) Minimi di pos jaga Kodim.

Komandan Kodim 0508/Depok Letkol Inf Iskandarmanto mengatakan pengetatan penjagaan dengan menurunkan empat penembak jitu dan satu SO Minimi, akan terus dilakukan selama masa siaga 1 pasca aksi terorisme di Surabaya.

“Sampai kapan ini dilakukan? sampai situasi dianggap normal,” kata Iskandarmanto kepada wartawan, Kamis (17/5/2018)

Menurutnya hal ini dilakukan untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat yang beraktifitas dan memiliki keperluan di Makodim 0508/Depok.

“Penempatan anggota Yonif 202 di Kodim Depok ini merupakan perintah komando atas. Mereka akan terus ditempatkan di sini hingga situasi dianggap normal,” kata Iskandarmanto

Setiap tamu atau pengunjung yang datang ke Kodim Depok baik pengendara mobil maupun motor wajib diperiksa petugas jaga bersenjata lengkap, termasuk empat penembak jitu yang siaga.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap barang bawaan para tamu baik di bagasi mobil, bagasi motor dan tas yang mereka bawa. (ris)


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Walikota Depok Mohammad Idris

Ini Penjelasan Walikota Depok Soal Larangan PKL Jualan di GDC

DepokRayanews.com- Walikota Ddpok, Mohammad Idris menjelasakan kenapa pihaknya melarang pedagang kaki lima (PKL) berjualan di ...