Walikota Depok: Masih Banyak Anak yang Mendapat Perlakuan Tidak Layak

Sebarkan :

 
Walikota Depok,  Mohammad Idria usai memberikan pengarahan soal kota layak anak.

Walikota Depok, Mohammad Idria usai memberikan pengarahan soal kota layak anak.

DepokRayanews.com – Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan masih banyak anak-anak yang mendapat perlakukan tidak selayaknya, termasuk dari orangtuanya sendiri

“Kekerasan terhadap anak sering kali terjadi. Faktornya macam-macam tapi yang dominan karena faktor ekonomi, dan ketidakmatangan mentalitas orangtua dalam menghadapi suatu masalah, ” kata Idris pada acara sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) kepada RW Ramah Anak Kota Depok, Senin (28/5/2018).

Acara itu juga dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Depok, Elly Farida, Ketua Tim Gugus Tugas Kota Layak Anak Sri Utomo, Kepala Dinas DPAPMK Eka Bahtiar, para kepala dinas, camat dan lurah.

Dari kementerian hadir Rini Handayani, Asisten Deputi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Menurut walikota, kekerasan membuat mental anak menjadi labil dan akhirnya berdampak dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Dikatakan, secara umum, permasalahan kekerasan pada anak sangat komplek dan hingga kini belum terselesaikan secara menyeluruh dan konprehensif.

Ini dapat dilihat dari betapa banyaknya anak-anak yang hidup dengan HIV/AIDS, anak-anak terkena narkoba, anak-anak yang menjadi prostitusi dan objek pornografi. Kemudian masih ada anak-anak yang hidup di jalanan dan ada yang harus bekerja siang malam.

Berdasarkan laporan P2TP2A Kota Depok Tahun 2017, ada 60 kasus anak yang terlapor dan ditangani. Sedangkan pada Tahun 2018, hingga April, sudah ada 20 kasus yang terlapor.

“Ini seperti fenomena gunung es, mungkin masih ada juga kasus yang belum terlaporkan, ” kata walikota.

Dikatakan, selama ini upaya perlindungan anak lebih fokus pada penanganan keluarga dan anak anak yang rentan dan beresiko atau sudah menjadi korban kekerasan.

Tindakan kekerasan dalam keluarga, sering disalahpahami sebagai aksi pendisiplinan anak. Banyak yang beranggapan, anak-anak yang tidak menurut atau bandel perlu dilakukan tindakan lebih keras dan tegas agar mengubah sikapnya menjadi penurut.

“Dalam kacamata orang dewasa, dengan dibentak, dipukul, dimaki-maki, maka anak akan berubah sikapnya dan disiplin. Padahal aksi kekerasan yang dilakukan kepada anak cenderung membekas dan menimbulkan trauma yang dalam, ” kata Idris.

Dikatakan, kekerasan tidak pernah menghasilkan pembentukan yang baik bagi anak. (red)


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Tagar No Bra Day Jadi Topik Populer di Indonesia

DepokRayanews.com- Bulan Oktober, adalah bulannya “Kesadaran Kanker Payudara”, dan dunia berbondong-bondong melakukan berbagai cara untuk ...