Wow, Donald Santoso Kapten Timnas Basket Kursi Roda Indonesia Tampil di Margocity 3×3 Battle

Sebarkan :

 
Kapten basket kursi roda Indonesia Donald Santoso akan berbagi pengalaman dan semangat kepada pemain dan pecinta basket Kota Depok

Kapten basket kursi roda Indonesia Donald Santoso akan berbagi pengalaman dan semangat kepada pemain dan pecinta basket Kota Depok

DepokRayanews.com- Pernah mendengar nama Donald Santoso? Ya, benar. Dialah kapten tim nasional basket kursi roda Indonesia.

Ini kabar gembira pagi pemain dan pecinta basket di Kota Depok. Sebab, pada Minggu 5 Agustus besok, Donald akan tampil di sela turnamen basket Margocity 3×3 Battle yang digelar NBC di Mall Margocity, Jalan Margonda, Kota Depok.

Ketua panitia pelaksana Margocity 3×3 Battle, Rinto Ari Nando mengatakan Donald Santoso akan berbagi pengalaman dan memberikan coaching clinic untuk pemain dan pencinta basket Kota Depok

“Kehadiran Donald Santoso di ajang Margocity 3×3 Battle adalah kehormatan luar biasa dan kesempatan emas bagi pemain dan pecinta basket Kota Depok, karena bisa menyaksikan secara langsung aksi Donald dalam jarak sangat dekat, ” kata Nando kepada wartawan, Sabtu (4/8/2018)

Menurut Nando tidak gampang bagi panitia untuk menghadirkan dan memboyong Donald Santoso untuk bisa tampil di Kota Depok.

Sebab, Donald Santoso yang kini menjadi kapten nasional tim basket kursi roda Indonesia pernah bermain di NBA, dan Phonix Suns.

“Jadi rugi sekali kalau tidak sempat menyaksikan aksi Donald Santoso di ajang Margocity 3×3 Battle,” kata pemilik klub basket NBC itu.

Basket sudah menjadi bagian dari hidup Donald Santoso sejak lama. Donald merasa basket telah membantunya menemukan identitas diri dan memberikan kepercayaan diri lebih.

Rasa cinta Donald terhadap basket tidak mengherankan. Pria berusia 27 tahun itu tinggal di Amerika Serikat sejak masih sekolah dasar. Di sana, basket merupakan salah satu olahraga paling favorit.

Akan tetapi, kehidupan Donald berubah saat berusia 17 tahun. Ketika sedang bermain basket, Donald jatuh sehingga menderita cedera cukup parah, anterior cruciate ligament (ACL), posterior cruciate ligament (PCL), dan medial collateral ligament (MCL).

Cedera tersebut membuat Donald harus menjalani berbagai perawatan, termasuk enam kali menjalani operasi dan ada reaksi di tempurung lutut sehinga tulang dipotong beberapa kali. Meski masih bisa berjalan, Donald tidak dapat bermain basket seperti kebanyakan orang.

Menderita cedera tidak lantas membuat Donald menyerah. Apalagi, basket merupakan cinta pertama Donald dan dia bercita-cita mewakili Indonesia.

“Basket adalah hidup saya, dan sebagai atlet saya ingin tampil untuk negara saya. Kebetulan saya sudah ada pengalaman di dunia basket, kebetulan di sini belum ada program resmi. Saya membawa pelatih untuk membantu teman-teman di sini, kenapa tidak?” kata Donald seperti yang disampaikan kepada Bola.com belum lama ini.

Saat mengenyam pendidikan di Negeri Paman Sam, Donald berjumpa dengan seorang pemain basket kursi roda. Pertemuan tersebut mengubah pandangan Donald mengenai basket kursi roda.

“Ketika masih kuliah di Berkeley University, saya melihat seorang pemain basket kursi roda beraksi. Itu mengubah ekspektasi saya,” kata Donald.

“Sebelumnya, saya kira olahraga ini seperti kursi roda di rumah sakit. Namun, setelah melihat dia bermain, saya berubah pikiran. Olahraga ini benar-benar penuh kontak dan butuh kehalian khusus,” lanjutnya.

Sejak saat itu, Donald menggeluti dunia basket kursi roda. Ketekunannya tidak sia-sia karena Donald sempat bermain di tim basket kursi roda tim NBA, Phoenix Suns, selama beberapa tahun.

Sukses di Amerika Serikat tidak membuat Donald merasa puas. Dia masih memendam keinginan membela Indonesia pada ajang internasional. Ambisi itu membuatnya kembali ke Indonesia.

Kegigihan Donald mendapat apresiasi dari Komite Paralimpik Indonesia (NPC). Donald dipercaya membangun timnas basket kursi roda Indonesia untuk Asian Paragames 2018 di Jakarta.

Akan tetapi, tidak banyak pemain basket kursi roda di Indonesia. Donald tak kehabisan akal. Dia melakukan seleksi ke berbagai kota untuk mencari atlet lain untuk memperkuat timnas basket kursi roda Indonesia.

“Kami melakukan seleksi pembentukan timnas sejak Desember 2017 di berbagai kota. Setelah itu, kami memilih 12 yang terbaik dari semua pemain yang mengikuti seleksi. Kami memulai latihan sejak Januari 2018,” Donald. (red/bola)


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Timnas U-22 Sementara Unggul 1-0 Melawan Vietnam

DepokRayanews.com- Timnas Indonesia U-22 sementara unggul 1-0 atas Vietnam pada laga matchday 3 Grup B ...