Hasbullah Thabrany : Persepsi Rokok Membantu JKN adalah Salah Besar

Sebarkan :

 
BPJS Kesehatan Cabang Depok menggelar FGD untuk membahas difisit program JKN-KIS.

BPJS Kesehatan Cabang Depok menggelar FGD untuk membahas difisit program JKN-KIS.

DepokRayanews.com- Belakangan ini BPJS Kesehatan menjadi isu panas yang banyak dibahas. Defisit Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang terjadi dari tahun ketahun dinilai menjadi persoalan serius yang perlu segera ditangani. Terlebih program JKN-KIS merupakan salah satu program strategis nasional yang telah memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat melalui akses pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Menyikapi persoalan tersebut, BPJS Kesehatan sebagai lembaga pengelola program JKN-KIS terus berupaya maksimal dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Berdasarkan hal tersebut, BPJS Kesehatan Cabang Kota Depok bersama Ketua Indonesian Health Economic Association Hasbullah Thabrani. menyelenggarakan kegiatan focus group discussion terkait pengendalian mutu dan suistainibilitas Program JKN-KIS.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok, Irfan Qadarusman mengatakan bahwa kegiatan focus group discussion yang dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan bertujuan agar semua pihak dapat memahami persoalan-persoalan yang terjadi dalam Program JKN-KIS. Sehingga pihak-pihak terkait dapat memahami persoalan dan bersama-sama mencari solusi untuk selanjutnya dapat mengambil langkah sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

Irfan mengungkapkan bahwa sebab terjadinya defisit JKN pada dasarnya diakibatkan oleh besaran iuran yang belum sesuai. Berdasarkan hal tersebut, sesuai regulasi yang berlaku bahwa 3 (tiga) opsi yang dapat diambil oleh pemerintah yaitu menaikkan iuran, mengurangi manfaat, atau melalui dana talangan. Untuk saat ini yang diambil adalah melalui dana talangan yang mana saat ini salah satunya diambil dari cukai rokok.

“Saya berharap sustainibilitas Program JKN-KIS dapat terjaga dan Program JKN-KIS dapat berjalan dengan optimal sehingga manfaat yang besar dari program tersebut dapat terus dirasakan oleh masyarakat. Skema JKN yang selama ini dijalankan merupakan skema yang dinilai paling relevan untuk kondisi Indonesia saat ini. Melalui konsep asuransi kesehatan sosial maka akan jauh lebih efisien dan berkeadilan sosial dibanding dengan asuransi kesehatan komersial. Faktanya hampir seluruh negara maju menerapkan asuransi sosial,” kata Irfan.

Sementara itu, Guru Besar Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany mengungkapkan bahwa dana cukai rokok yang digunakan sebagai dana talangan dalam Program JKN pada dasarnya bukan merupakan sumbangan perokok.

“Jadi jangan sampai terjadi kesalahpahaman. Pernyataan yang benar mengenai cukai rokok tersebut adalah denda atas pelanggaran kepada perokok atau orang-orang yang berperilaku buruk dan merugikan dirinya serta merugikan lingkungan,” kata Ketua Indonesian Health Economic Association Hasbullah Thabrani.

Hasbullah mengatakan bahwa bila diibaratkan seperti dalam islam terdapat denda. Denda tersebut dikumpulkan dan dialokasikan untuk kepentingan masyarakat luas. Begitu pula dengan cukai rokok yang digunakan untuk biaya kesehatan masyarakat. Jadi jangan sampai salah persepi. (DT/mr)


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Khutbah Jumat.

102 Orang Kader DKM Ikut Pelatihan Khatib Jumat

DepokRayanews.com- sebanyak 102 orang kader Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) mengikuti pelatihan khatib Jumat yang diselenggarakan ...