UI akan Pasang Alat Deteksi Dini Gempa Bumi di Palu dan Banten

Sebarkan :

 
FMIPA UI akan terus memasang alata detekai dini gempa bumi di sejumlah wilayah.

FMIPA UI akan terus memasang alata detekai dini gempa bumi di sejumlah wilayah.

q

DepokRayanews.com- Laboratorium Riset Bencana Kebumian Departemen Geosains, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Indonesia (UI) akan terus memasang alat deteksi dini gempa bumi di daerah rawan bencana.

Ini setelah pemasangan alat di Lombok terbukti bagus dan efektif.
“Rencananya kami akan pasang di Donggala, Palu, Cimandiri Lebak Banten dan beberapa daerah sekitarnya,” kata Ketua Laboratorium Riset Bencana Kebumian Departemen Geosains, FMIPA, Universitas Indonesia, Supriyanto, Senin (3/12/2018)

Alat Earthquake Warning Alert System (EWAS) dipasang di sejumlah rumah warga untuk membantu masyarakat mewaspadai jika mendengar peringatan dini pada saat terjadi gempa bumi.

EWAS akan memberi tanda peringatan gempa bumi berupa bunyi sirine yang keras.

Alat ini merupakan, sensor getaran yang bekerja secara terpadu. Sistem terpasang dalam keadaan siaga (stand-by) selama terhubung dengan aliran listrik.

Tanda peringatan berupa bunyi sirine hanya akan aktif ketika sinyal getaran permukaan bumi terdeteksi secara bersamaan di seluruh system yang tersebar di suatu wilayah.

“Sehingga untuk getaran yang bersifat lokal (yang disebabkan oleh kendaraan, aktivitas warga lainnya) alat ini tidak memberikan tanda,” kata dia.

Setelah melalui evaluasi pemasangan di Lombok, sistem ini efektif mendeteksi guncangan gempa dengan magnitudo kecil, yang terjadi beberapa saat sebelum gempa utama.

“Sistem peringatan dini ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi warga masyarakat untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan diri sehingga mampu mengurangi dampak negatif dan kerugian akibat gempa bumi,” kata Supriyanto.

Sebelumnya instalasi alat EWAS dilakukan pada Sabtu dan Ahad, 13-14 Oktober 2018 di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Sebanyak 6 unit EWAS dipasang tersebar dengan posisi antar EWAS berjarak 200 hingga 300 meter. Pusat keramaian masyarakat menjadi tempat prioritas pemasangan EWAS seperti di pertokoan, tempat ibadah dan Kantor Desa Sembalun Bumbung.

Pengembangan alat EWAS didanai oleh Hibah Pengabdian Masyarakat dari UI tahun 2018. Sementara biaya pemasangan EWAS disponsori Gerakan UI Peduli Lombok. (ril)


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kepala BPJS Kesehatan Kota Depok, Irfan Qadarusman (tengah) bersama sebagian timnya.

Pelaksanaan Program JKN-KIS Terus Mengalami Penyempurnaan

DepokRayanewsmews.com- Pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) terus mengalami penyempurnaan. Hal ...