Istri Mustofa Nahra: Suami Saya Ditangkap Pulang dari Pengajian di Tebet

Sebarkan :

 

Cathy Ahadianti, Istri Mustoga Nahrawarda ketika berkunjung ke Mabes Polri.

DepokRayanews.com- Cathy Ahadianti, istri Mustofa Nahrawardaya, seorang pegiat media sosial yang ditangkap tim Bareskirim Mabes Polri, Minggu (26/5/2019) dinihari, buka-bukaan soal kronologis penangkapan suaminya, usai mengantarkan obat ke gedung Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Minggu (26/5/2019) malam.

Menurut Cathy, suaminya ditangkap usai menghadiri pengajian di Tebet, Jakarta Selatan pada Minggu (26/5) dini hari sekitar pukul 03.00 wib, atau satu jam setelah Mustafa dan Cathy sampai di rumah setelah mengikuti pengajian.
Penangkapan dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, didampingi ketua RT setempat.

“Awalnya kami tidak tahu kalau itu polisi, karena semuanya pada berpakaian sipil. Setelah itu agak lama, saya pakai mukena akhirnya saya turun. Karena ramai-ramai di bawah saya turun, saya ingin tahu apa yang terjadi. Saya lihat ternyata bapak-bapak ini polisi, bawa surat penangkapan atas suami saya,” kata Cathy.

Saat Mustofa mau dibawa ke Mabes Polri, Cathy mengaku sempat ngotot kepada anggota polisi untuk ikut suaminya. Cathy khawatir terjadi sesuatu karena Mustofa Nahra dalam kondisi sakit.”Saya ngotot untuk ikut karena kondisi bapak sedang sakit. Itu saya harus pantau, bapak kondisinya seperti apa. Saya tidak mau nanti tiba-tiba drop,” kata Cathy seraya menyebut suaminya menderita tiga penyakit sekaligus yakni asam urat, darah tinggi, dan diabetes.

Cathy Dia menepis tudingan yang menyebut suaminya sebagai provokator dalam peristiwa kerusuhan 22 Mei lalu.
“Kebetulan, kemarin lagi parah itu asam uratnya. Makanya enggak bisa jalan beliau, turun dari tempat tidur pun enggak bisa. Jadi agak aneh ketika ada yang nulis bapak itu provokatornya kerusuhan, karena bapak enggak ada di situ, jangankan untuk ke situ, turun dari tempat tidur aja enggak bisa,” kata dia.

Sebelumnya, Mustofa dilaporkan seseorang terkait unggahan di akun Twitter-nya tentang Harun (15), seorang remaja yang tewas dalam kerusuhan 22 Mei di Jakarta. Laporan itu tertulis dalam LP/B/0507/V/2019/Bareskrim tanggal 25 Mei.

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) kemudian ditangkap polisi akibat cuitan hoaks itu menimbulkan kebencian dan keresahan di masyarakat.

“Innalillahi-wainnailaihi-raajiun. Saya dikabari, anak bernama Harun (15) warga Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat yang disiksa oknum di Komplek Masjid Al-Huda ini, Syahid hari ini. Semoga almarhum ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi Allah SWT, Amiiiiin YRA,” tulis Mustofa dalam akun twitternya. Polisi pun lantas menangkap Mustofa pada Minggu dini hari (26/5/2019). (mad)


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

KPU Tetapkan Mulan Jameela Jadi Anggota DPR-RI, Masyarakat Garut Protes

DepokRayanews.com- Mulan Jameela, istri Ahmad Dhani tiba-tiba menjadi anggota DPR-RI periode 2019-2024, setelah KPU mencoret ...