Yusril Ihza Mahendra: Kadaulatan Rakyat Jangan Disalahartikan

Sebarkan :

 

Yusril Ihza Mahendra

DepokRayanews.com- Yusril Ihza Mahendra, Ketua Tim Hukum Capres-Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin menaruh rasa hormat kepada Capres Prabowo Subianto yang akhirnya mau menyelesiakan sengketa Pemilihan Presiden lewat Mahakamah Konstitusi.

”Sikap Prabowo itu adalah terhormat dan sudah sangat tepat. Membawa ketidakpuasan terhadap hasil pemilu presiden ke MK adalah langkah yang tepat dan terhormat,” kata Yusril di Jakarta, Sabtu (25/5/2019). Yusril berharap pendukung Prabowo juga mendukung sikap Ketua Umum Partai Gerindra itu menyelesaikan sengketa lewat jalur konstitusional. Yusril meminta, agar tidak lagi melakukan unjuk rasa yang berujung kerusuhan.

“Unjuk rasa secara damai boleh saja, karena hal itu merupakan hak warga negara yang dijamin konstitusi,” kata dia,

Namun, tuntutan dalam unjuk rasa tidak bisa diklaim sebagai pelaksanaan dari asas kedaulatan rakyat. “Kedaulatan memang ada di tangan rakyat. Tetapi pelaksanaannya dilakukan menurut mekanisme yang diatur oleh Undang-Undang Dasar. Itulah amanat amandemen UUD 45 yang wajib kita pedomani,” kata ahli hukum tata negara ini.

Yusril menjelaskan, kedaulatan rakyat jangan sampai disalah-artikan seolah-olah rakyat boleh melakukan apa saja yang dia kehendaki di bidang ketatanegaraan. Terlepas dari kekurangannya, MK adalah lembaga yang terpercaya untuk menyelesaikan berbagai sengketa pemilu yang menjadi kewenangannya. Yusril percaya sembilan hakim MK yang ada sekarang ini adalah negarawan pengawal konstitusi yang berintegritas tinggi.(mad/pkn)


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ini Motif RA Merekam dan Menyebar Video Syurnya di Media Sosial

DepokRayanews.com- Setelah melakukan pemeriksaan secara insentif, polisi berhasil membongkar motif RA (31) merekam adegan syur ...