Senjata Api yang Diselundupan dari Aceh Sitaan dari Kelompok Separatis

Sebarkan :

 

Mantan Danjen Kopasus, Soenarko.

DepokRayanews.com- Mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko kini mendekam di rumah tahanan militer, Guntur, Jakarta Selatan setelah dinyatakan sebagai tersangka kasus penyeludupan senjata api ilegal.

Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri, Kombes Pol Daddy Hartadi menyebut, senjata api yang dimiliki Soenarko masih berfungsi baik untuk menembak.

“Senjata api laras panjang yang dikirim dari Aceh itu dapat berfungsi dengan baik dan dapat ditembakkan,” kata Daddy di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Sejak disita sebagai barang bukti, penyidik Bareskrim Polri telah melakukan uji penembakan terhadap senjata laras panjang yang menyerupai M4 Carbine buatan Amerika Serikat (AS) itu di Puslabfor Polri. Hasilnya, kata Daddy, senpi tersebut masih bisa melontarkan peluru dengan mulus dan tepat sasaran.

Daddy juga memastikan jika magasin dan dua alat peredam yang ikut disita juga sudah dilakukan pengujian secara forensik. Hasilnya, dua alat tersebut sangat pas dipasangkan pada senpi milik Soenarko.

Daddy menyebut, senjata api itu dikirim dari Aceh ke Jakarta oleh seorang pensiunan TNI berinisial S. Menurutnya, senjata api tersebut merupakan sitaan dari kelompok separatis saat terjadi konflik di Aceh.

“Senjata api tersebut adalah milik S yang dikirim dan berasal dari sitaan GAM di Aceh. Senjata api ini ada dalam penguasaannya tanpa hak sejak 1 September 2011 pada saat S pensiun dari Anggota TNI,” kata Daddy.

Dia mengatakan, senjata api itu telah dikirim sebelum pelaksanaan Pemilu pada April 2019 lalu.
“Kemudian pada sekitar April 2019 sebelum pencoblosan, senjata api itu diminta S untuk dikirimkan ke Jakarta,” kata Daddy.

Menurut Daddy, dua anggota TNI yang ditugaskan membawa senpi tersebut lewat udara juga sudah ditahan. “Saat itu juga oleh anggota Bais keduanya diamankan kemudian diserahkan ke POM TNI. Karena pelaku ada yang warga sipilnya, maka dikirimkan surat ke Polri untuk menindaklanjuti penyidikan,” kata Daddy. (mad)


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Bambang Widjojanto: Itu Kewenangan MK, So What ?

DepokRayanews.com- Bambang Widjojanto (BW), Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi tidak mempermasalahkan keputusan hasil Rapat Permusyawaratan Hakim ...