Prabowo-Sandi Batalkan Rencana Membawa Sengketa Pilpres ke Mahkamah Internasional

Sebarkan :

 

Prabowo Subianto -Sandiaga Uno.

DepokRayanews.com- Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno membatalkan rencana membawa masalah sengketa Pilpres 2019 ke Mahkamah Internasional dan memilih menghormati keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Andre Rosiade, politisi Partai Gerindra, mengatakan kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 itu tidak membawa ke Mahkamah Internasional karena tidak berwenang menangani sengketa Pilpres.

“Sikap Pak Prabowo dan Pak Sandi sudah jelas kemarin disampaikan bahwa meskipun kecewa namun tetap menghormati putusan Mahkamah Konstitusi. Tentu hal tersebut juga menjadi isyarat jika Pak Prabowo dan Pak Sandi mematuhi putusan MK,” kata Andre dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (30/6/2019).

Menurut Andre, karena Putusan MK adalah final dan mengikat maka proses hukum tersebut yang terahir ditempuh oleh Prabowo-Sandi.

“Sebagai seorang negarawan dan warga negara yang patuh terhadap hukum, Pak Prabowo dan Pak Sandi tentu mematuhi hasil putusan MK, yang mana itu adalah langkah terakhir dalam proses sengketa pemilu di Indonesia,” ungkapnya.

Keputusan Prabowo dan Sandiaga itu juga berdasarkan saran dari tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) agar masalah sengketa Pilpres ini tidak dibawa ke Mahkamah Internasional.

“Pada prinsipnya ini langkah konstitusional terakhir. Kami lihat tidak ada langkah hukum yang relevan untuk membawa ke tingkat Mahkamah Internasional. Kami tidak sarankan itu karena legal standing bukan ranah Mahkamah Internasional,” kata Andre. (mad)


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Jaksa Agung: Hasil Lelang Aset First Travel Harus Dikembalikan ke Korban

DepokRayanews.com- Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menilai putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) terhadap perkara penipuan dan ...