Pradi Supriatna Ambil Formulir Pendaftaran Calon Walikota dari PDIP

Sebarkan :

 

Kemesraan Hendrik Tangke Allo dengan Pradi Supriatna.

DepokRayanews.com- Penjaringan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Depok yang dibuka Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ternyata mendapat respon luar biasa. Hingga hari ini sudah 12 orang yang mengambil formulir, termasuk Pradi Supriatna yang kini masih menjadi Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok.

”Formulir diambil oleh timnya PS (Pradi Supriatna-red), karena PS lagi di luar kota,” kata Ketua DPC PDIP Kota Depok, Hendrik Tangke Allo, Sabtu (21/9/2019). Selain nama Pradi, dari 12 orang yang sudah mengambil formulir terapat nama Nurul Qomar, politisi Partai Nasional Demokrasi (Nasdem). Bahkan Qomar secara resmi sudah mengembalikan formulir tersebu setelah diisi secara lengkap. ”Dari 12 yang mengambil formulir, 9 sudah dikembalikan lagi,” kata Hendrik tanpa menyebut nama 9 orang tadi.

Yang jelas, kata dia, dari 12 yang mengambil formulir,11 diantaranya dari kalangan ekternal partai. Dari internal partai hanya Habib Rieza Alhabsy.

Ketika ditanya apakah Pradi serius untuk mengembalikan formulir itu, Hendrik mengatakan pihaknya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi yang ingin mendaftar melalui PDIP tanpa memberikan perlakukan khusus.

“PS (Pradi Supriatna,red) sudah ambil formulir tapi balikinnya minta waktu, karena masih di luar kota dan ada berkas yang harus ditandatanganinya langsung,” kata Hendrik. Batas pengembalian formulir akan berakhir pada 23 September mendatang. (ril)


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dituding Melakukan Manuver Politik, Hardiono: Saya Memahami Semua Aturan

DepokRayanews.com- Sekda Kota Depok, Hardiono bicara blak-blakan soal tudingan bahwa dirinya melakukan manuver politik menjelang ...