Penjualan Mobil Melambat, Gaikindo Revisi Target Tahun 2019

Sebarkan :

 

Pameran otomotif, upsys mendongkrak penjulan mobil.

DepokERayanews.com- Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) merevisi target penjualan mobil hingga akhir 2019 menjadi 1 juta unit. Sebelumnya, asosiasi itu pernah menyebut optimisme targetnya mencapai 1,1 juta unit.

Ketua 1 GAIKINDO, Jongkie D. Sugiharto mengatakan pihaknya pesimis target sebelumnya tercapai. Ini karena penjualan Januari-Agustus terpantau melambat. Hingga Agustus total penjualan baru
660.286 unit. Padahal pada periode sama tahun lalu tembus 763.444 unit. “Jadi sejak bulan lalu, target penjualan sudah dikoreksi menjadi 1 juta unit untuk tahun ini,” kata Jongkie D. Sugiharto.

Sementara, pihak PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) memprediksi market otomotif tahun ini akan stagnan. Hal ini dinilai tidak lepas dari tahun politik yang cukup berdampak terhadap industri otomotif.

“Bicara market otomotif, total tahun ini kami prediksi stagnan atau cenderung turun dibanding tahun sebelumnya,” kata Rahmat Samulo, Direktur Marketing PT IAMI, dalam acara “Workshop Wartawan Industri dan Otomotif”, di Menara Astra, Senin (18/11/2019).

Terkait 2020, Rahmat Samulo melihat belum ada indikasi pasar otomotif akan membaik. Dan diprediksi tidak akan jauh dari pencapaian di 2019.

Ke depannya, yang akan dipikirkan Isuzu bukan hanya penjualan mobil akan tetapi alat produksi bagi customer. Jumlah penjualan penting namun bukan yang terpenting.

“Jadi bagaimana customer bisa berkembang. Jadi volume akan mengikuti secara otomatis,” kata Sam, panggilan Rahmat Samulo. (mad)


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dirut Garuda Selundupkan Barang Mewah, Negara Rugi Rp 1,5 Miliar

DepokRayanews.com- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut ada potensi kerugian negara dari penyeludupan dua barang ...