Pentingnya Konektivitas Dalam Pengembangan Ekonomi Negara BIMP-EAGA

Sebarkan :

 

Ketua Delri Bobby Hamzar Rafinus (kedua dari kiri) didampingi Konjen RI Kuching dan Konjen-RI-Kinabalu.

Oleh: Nico Adam

KJRI Kuching-Serawak siap mendukung rekomendasi BEBC (BIMP-EAGA Business Council) dan ADB (Asian Development Bank) yang disampaikan pada Pertemuan Tingkat Menteri BIMP-EAGA (Brunei Indonesia Malaysia Philippine East ASEAN Growth Area) ke- 23 yang diadakan di Kuching-Serawak 23-26 November 2019, yang menyatakan perlunya
keterlibatan pihak pengusaha dan juga Pemerintah Daerah (Pemda) negara-negara di perbatasan, khususnya dari daerah Kalimantan dan Sulawesi di Indonesia untuk memanfaatkan program-program kerjasama yang telah disepakati antar pihak. Karena peran para stakeholder di daerah perbatasan turut meningkatkan diplomasi ekonomi sekaligus diplomasi kedaulatan yang juga merupakan prioritas Polugri Indonesia. Untuk itu KJRI Kuching akan berupaya mensinergikan hubungan dan kepentingan para pihak di
wilayah Serawak Malaysia dengan Provinsi Kalimantan Barat.

Demikian disampaikan oleh Yonny Tri Prayitno, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kuching- Serawak, Malaysia.
Konjen Yonni lebih lanjut mengatakan bahwa sejak diresmikannya Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Aruk-Sambas yang berbatasan dengan Biawak – Serawak, Malaysia oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 17 Maret 2017, terlihat arus pelintasan orang dan barang antar negara Indonesia – Malaysia dari yang sebelumnya hanya melalui pos pelintasan di Entikong semakin meningkat. Terlebih lagi pemerintah Malaysia sedang giat- giatnya membangun infrastruktur jalan yang dikenal dengan Pan Borneo menghubungkan Pos Biawak di perbatasan Aruk-Indonesia sampai ke Kota Kinabalu-Sabah dengan melewati negara Brunei Darussalam, jelas Yonny kepada Delegasi Indonesia yg ikut mengunjungi pos perbatasan dalam rangka pertemuan BIMP-EAGA di Kuching-Serawak.

Pertemuan Tingkat Menteri BIMP-EAGA ke-23 kali ini juga diperingati sebagai 25 tahun berdirinya kelompok sub regional di kawasan timur ASEAN, selain dihadiri oleh perwakilan menteri dari negara-negara anggota, juga dihadiri oleh Deputy Secretary General ASEAN, Michael Tene dan Director General of South-East Asia Regional Department of Asia Develolment Bank (ADB), Ramesh Subramaniam, sedangkan Delegasi Indonesia dipimpin
oleh Bobby Hamzar Rafinus, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terus berupaya mendorong pembangunan di daerah terpencil dan perbatasan. Peringatan BIMP- EAGA ke-25 ini harus menjadi tonggak sejarah yang sangat penting bagi negara BIMP- EAGA dalam mendorong pembangunan di daerah tertinggal dan perbatasan, jelas Ketua
Delri pada sambutannya dalam pertemuan.

Dalam pertemuan tersebut ADB menyatakan komitmennya untuk mendukung tercapainya BIMP EAGA Vision (BEV) 2025, khususnya yang terkait dengan penyelesaian proyek sektor prioritas dan strategis, yaitu: konektivitas, pembangunan koridor ekonomi, pariwisata dan lingkungan. Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan sistem pengelolaan proyek, mewujudkan pembangunan kapasitas bagi pemerintah pada level nasional dan daerah, serta memperkuat hubungan kerja sama antara BIMP EAGA dan ASEAN. Dalam rangka mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi, ADB merekomendasikan agar negara-negara BIMP dapat berkolaborasi dengan membentuk Special Economic Zones (SEZs).

Konjen RI Kuching Yonny .T Prayitno (ketiga dari kanan) bersama Delegasi Kemlu dan petugas di perbatasan.

Beberapa program dukungan pendanaan dari ADB yang telah direalisasikan untuk pelaksanaan proyek BIMP EAGA di Indonesia antara lain pada pembangunan jalan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara dengan total mencapai US$ 135,27 juta.

Selain dukungan pendanaan, ADB juga telah memberikan dukungan teknis berupa pelaksanaan feasibility study dalam bidang infrastruktur interkoneksi energi listrik antara Sabah – Kalimantan Utara dan Sabah – Palawan yang diperkirakan akan menghasilkan total energinblistrik sebesar 275 kilovolt.

Selain itu ADB juga telah menyelesaikan program assessment terhadap 3 rencana pembangunan pembangkit listrik yang menghubungkan Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, serta Kalimantan Utara dan Sabah.

Kesepakatan pertemuan BIMP-EAGA Kuching
Di akhir pertemuan tingkat menteri, para ketua delegasi menyetujui pernyataan bersama (Joint Statement of 23rd BIMP-EAGA MM) yang sepakat mengapresiasi capaian pelaksanaan BIMP-EAGA Vision (BEV) 2025 dalam kurun waktu 2 tahun terakhir, antara lain pembangunan proyek infrastruktur prioritas (PIP) sebanyak 72 proyek yang bernilai US$ 23,27 miliar.

Dari jumlah tersebut, keempat negara telah menyelesaikan 24 proyek, 5 proyek dalam tahap penyelesaian serta 43 proyek lainnya dalam tahap pelaksanaan. Capaian dimaksud telah melebihi target yang ditetapkan sebelumnya. Dari 24 proyek yang telah diselesaikan, terdapat 5 proyek diantaranya di Indonesia, yaitu: perluasan Bandara Internasional Adi Soemarmo fase I, pelabuhan baru di Makassar dan Bitung, pembangunan
Pontianak-Entikong Transport Link, dan Entikong Freight Terminal. Disamping itu, terdapat pula beberapa proyek yang saat ini tengah dirampungkan di Indonesia, yaitu peningkatan jalan raya Manado-Bitung serta jalan tol Balikpapan-Samarinda.

Negara-negara BIMP menyambut baik perluasan kerjasama dalam bidang transportasi udara melalui pembukaan penerbangan langsung oleh Royal Brunei Airline untuk rute: Bandar Seri Begawan (BSB)-Kuching (28 Desember 2018), BSB-Sandakan (28 Oktober 2019), BSB-Bintulu (5 November 2019), BSB-Tawau (11 November 2019), dan BSB- Balikpapan (pertengahan Desember 2019). Selain itu juga terdapat pembukaan penerbangan Garuda Indonesia dengan rute: Manado-Davao pada tanggal 27 September 2019.

Pembukaan rute perbangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar negara BIMP dan pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata.

Melalui penerapan pembangunan kapasitas untuk menunjang aktivitas ekonomi yang berbasis pengetahuan, negara BIMP menekankan perlunya kerjasama dalam upaya meraih peluang dan menjawab tantangan dari revolusi teknologi industri global 4.0.

Salah satub langkah awal implementasi kerja sama tersebut adalah berbagi pengalaman mengenai
pemanfaatan teknologi terbaru melalui pelaksanaan lokakarya yang diinisiasi ADB dengan tema “The Fourth Industrial Revolution (4IR): Recognize, Rethink and Respond” yang dilaksanakan pada tanggal 24-26 November 2019.

China ingin ikut berperan dalam BIMP-EAGA
Negara BIMP juga menyambut baik dan mengapresiasi peningkatan kerjasama dengan Mitra, yaitu: ASEAN, ADB, China dan Nothern Territory of Australia. Khusus untuk kerjasama dengan China, BIMP telah mengadopsi BIMP-EAGA and China Cooperation Plan of Action 2020-2025. Dalam rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri BIMP-EAGA di Kuching ini, juga dilaksanakan Pertemuan kedua BIMP-EAGA dengan China.

Pada pertemuan tersebut, Delegasi Menteri negara BIMP-EAGA yang dipimpin oleh Deputi Menteri Urusan Ekonomi Negara Malaysia Dr. Radzi Jidin mengadakan pertemuan dengan Delegasi China yang dipimpin oleh Deputi Menteri Ekonomi China Li Cheng Gang telah menghasilkan beberapa kesepakatan antara lain: kedua pihak sepakat menyusun rencana aksi (Plan of Action/PoA) BIMP-EAGA – China 2020-2025 yang fokus pada 9 area kerja sama antara lain di bidang konektivitas, pertanian, industri pengolahan perikanan, pariwisata, sosial budaya, perdagangan dan investasi, ekonomi digital, pengentasan kemiskinan, pengembangan SDM, lingkungan dan energi.

Pada kesempatan tersebut, China menyatakan siap untuk mendukung program BIMP-EAGA dengan menyediakan bantuan sebesar USD 5 juta melalui China Development Bank. Bantuan tersebut akan diutamakan untuk membiayai proyek infrastruktur konektivitas, capacity building di bidang efesiensi energi dan konservasi, manajemen lingkungan, perlindungan ekologi, dan e-commerce. Selain itu China juga siap memfasilitasi keikutsertaan negara-negara BIMP-EAGA melakukan promosi atau Expo di daratan China khususnya Fujian, Guang Dong, dan Hainan. **

Nico Adam:
Direktorat KSIA Aspasaf
nggota Delri BIMP-EAGA di Kuching


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Skandal Pelecehan Seksual Direksi Garuda

DepokRayanews.com- Setelah kasus penyelundupan sepeda Brompton dan Harley Davidson di pesawat Garuda Indonesia, yang berujung ...