by

Cerita Yuli Peserta JKN: Andai Bisa Memilih, Tidak Ada Satupun yang Mau Sakit

DEPOKRAYANEWS.COM– Setiap hari ada saja yang datang ke Kantor BPJS Keseahatan yang berlokasi di Boulevard Grand Depok City, Jatimulya, Kec. Cilodong, Kota Depok dengan bermacam keperluan.

Yuli (45), seorang ibu dengan tiga orang anak datang ke Kantor BPJS Kesehatan untuk memproses pendaftaran keponakannya yang ada pada satu Kartu Keluarga (KK) dengannya, dan tidak bisa ikut sebagai tanggungan dari perusahaan tempatnya bekerja. Yuli henda mendaftarkan ponakannya menjadi peserta di Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas dua.

“Saya sudah sempat tanyakan terkait tanggungan di perusahaan apakah bisa menanggung ponakan. Ternyata tidak bisa. Makanya saya mau mendaftarkan pada segmen mandiri. Alhamdulillah pelayanan di sini lancar dan tidak dipersulit, mulai dari awal datang sampai selesai pun dilayani dengan baik. Petugas juga ramah dan sangat membantu, jadi kami tidak bingung harus kemana,” kata Yuli.

Yuli kini menghidupi tiga orang anaknya sendiri karena sudah berpisah dengan sang suami. Anak ketiganya yang lahir sekitar empat tahun lalu di Rumah Sakit Grha Permata Ibu Depok mendapat jaminan penuh dari BPJS Kesehatan. Ia mengaku tidak mengeluarkan biaya sedikitpun pada saat persalinan, sampai perawatan yang dilakukan pasca operasi sesar yang dijalaninya

“Waktu itu saya benar-benar gratis. Saya sempat meminta pelancar asi, tapi karena tidak masuk dalam bentuk pengobatan yang dibutuhkan, maka saya membayar dengan biaya pribadi. Itupun bukan biaya yang besar dan memang keinginan saya pribadi. Sisanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” kata Yuli. Dia dan anak-anaknya menjadi peserta JKN kelas satu.

Yuli juga membagikan kisahnya menggunakan Kartu JKN kepada saudara dan rekannya. Bahkan Yuli sempat mendorong pamannya yang sudah tidak lagi bekerja lagi di sebuah perusahaan swasta karena pensiun untuk menjadi peserta PBPU
agar selalu terjamin kesehatannya. Apalagi usia pensiun seorang pekerja adalah usia rentan terhadap penyakit.

“Menurut saya usia pensiun itu sudah masuk usia lansia, makanya saya mendorong paman saya untuk mendaftarkan diri ke Program JKN ini. Jangan sampai ekonomi sudah merosot karena pensiun lalu amit-amit sakit dan tidak punya biaya jadi bingung sendiri. Walau tentunya siapa sih yang mau sakit. Kalau bisa memilih, semua orang tidak akan ada yang mau sakit, termasuk saya tentunya,” kata Yuli. (HT/se)

1

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed