Depok Jadi Pilot Project Penggunaan Kartu Tani

Sebarkan :

 
Inilah Kartu Tani yang diluncurkan di 5 Provinsi.

Inilah Kartu Tani yang diluncurkan di 5 Provinsi.

Depokrayanews.com- Kementerian Pertanian nenunjuk Kota Depok sebagai salah satu pilot project penggunaan Kartu Tani.

Dengan menggunakan kartu seperti ATM itu, petani lebih mudah mendapatkan pupuk murah dan permodalan dari bank yang sudah menjalin kerjasama dengan pemerintah,

Keunggulan Kartu Tani ini antara lain satu data dalam satu kartu, proses validasi berjenjang secara online, transparan dan multifungsi karena bisa digunakan untuk berbagai macam transaksi,

Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok, Hermin Kusmiati mengatakan, keunggulan kartu ini bagi DKPPP adalah dapat mengetahui produktivitas lahan suatu daerah.

“Kartu Tani menjadi era baru untuk mensejahterakan petani di Indonesia, khususnya di Kota Depok,” kata Hermin Kusmiati di Depok, Kamis (27/7/2017).

Untuk sementara, Kartu ini baru
bisa untuk menebus pupuk bersubsidi. Jika petani harus membayar pupuk di luar seharga Rp 8.500 per kilogram, tapi dengan kartu ini, petani hanya membayar Rp 1.750 per kilogram.

Hermin berharap semua petani yang ada di Kota Depok dapat memanfaatkan fasilitas dari pemerintah itu,

Menurut Hermin, Kartu Tani ini hanya diluncurkan di lima provinsi yaitu Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, DI Yogyakarta dan Jawa Tengah.

“Mudah-mudahan kartu ini bisa membantu para petani Kota Depok yang jumlahnya mencapai 1.120,” kata Hermin Kusmiati. (ril)


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Jam Operasional Tempat Usaha di Depok Mulai Dilonggarkan

Depokrayanews.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akhirnya melonggarkan jam operasional tempat usaha setelah banyak menuai protes ...