by

Di Depok, Dana Bansos Disunat untuk Perbaikan Ambulans dan Beli Kain Kafan

Depokrayanews.com- Postingan salah seorang warga yang menyebutkan ada penyunatan dana bantuan sosial (bansos) tunai di RT 06 RW 05, Kelurahan Beji, Kota Depok, di media sosial instagram @depok24jam ternyata bukan hoax, tapi benar-benar terjadi.

Dalam postingan itu disebutkan bahwa dia salah seorang penerima dana bansos Rp 600 ribu. Tapi yang dia terima hanya Rp 550 ribu, karena yang Rp 50 ribu disunat untuk biaya perbaikan ambulans. Penyunatan itu diberlakukan untuk semua warga penerima bansos tunai yakni sebanyak 231 keluarga penerima manfaat (KPM).

Ketua RW 5, Kelurahan Beji Kuseri mengakui adanya pemotongan dana bansos sebesar Rp 50 ribu dengan berbagai alasan. Menurut dia, pemotongan itu merupakan kesepakatan bersama dengan Ketua RT, RW dan pengurus Posko Siaga. Uang hasil pemotongan itu kemudian digunakan untuk perbaikan kendaraan ambulans yang tengah rusak dan turun mesin.

“Itu bukan pemotongan, ambulans perlu diperbaiki perlu biaya cukup banyak, maka kita sepakat untuk momen yang tepat ini diperbaiki,” kata Kuseri seperti dilansir Jurnaldepok, Kamis 29 Juli 2021.

Selain untuk perbaikan ambulans, dana hasil pemotongan bansos itu juga digunakan untuk membeli kain kafan yang akan diberikan secara gratis kepada warga yang meninggal. “Kita tidak memotong untuk bansos, kita mohon bantuan donasi perbaikan mobil ambulans dan kain kafan,” tegasnya.

Mobil ambulans yang dimiliki RW 5 merupakan donasi dari warga bukan dari pemerintah. Selama ini penggunaanya untuk warga tanpa dikenakan biaya atau gratis. ”Jadi saya bertanggung jawab penuh untuk laporan itu,” kata Kuseri.

Menurut dia, selama Covid-19, ambulans itu sering digunakan untuk mengantar warga yang sakit. Tapi saat ini ambulans itu rusak, sehigga butuh biaya untuk perbaikan. “Pemkot enggak kasih bantuan perbaikan, ya kita galang donasi untuk perbaikan ambulans,” kata dia.

”Jika memang warga merasa keberatan dengan adanya donasi Rp 50.000, jangan memposting ke medsos. Kalau keberatan dan enggak ikhlas datang ke posko kami, Pak RW, kami keberatan tinggal bilang saja begitu,” kata Kuseri.

Menurut Kuseri, Ketua RT 06, Miat Sudrajat sudah mencari warga yang memposting pemotongan dana bansos itu di medsos. Tapi belum berhasil ditemukan, karena semua warga yang ditanya, tidak ada satupun yang mengaku.

Ketua RW menuding, warga yang memposting potongan bansos itu adalah orang yang tidak bertangggung jawab dan ingin memperkeruh suasana di lingkungan RW 05 yang selama ini dalam kondisi harmonis bahkan menjadi kampung siaga tangguh jaya. (ris)

1

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed