by

Di Keluarganya, Hanya Janik yang Jadi Peserta JKN-KIS

Leni Marlina meninggal setelah melahirkan bayinya di RS Bunda Aliyah Depok.
Leni Marlina meninggal setelah melahirkan bayinya di RS Bunda Aliyah Depok.

Depokrayanews.com- Keluarga Janik (44) sejak dua hari terakhir menjadi pembicaraan banyak pihak di Depok. Ini karena istrinya, Leni Marlina (42) meninggal dunia sehabis melahirkan di RS Bunda Aliyah di Jalan Kartini. Kota Depok pada Selasa (2/1/2018) lalu pukul 20.55 wib.

Leni meninggal hanya beberapa jam menjelang ulang tahunnya yang ke 42.Leni lahir di Jakarta pada 3 Januari 1976.

Kini bayi yang dilahirkan Leni Marlina masih dirawat di rumah sakit milik tokoh PKS Hidayat Nur Wahid (HWN) itu.

Yang bikin heboh bukan karena istri Janik meninggal sehabis melahirkan. Tapi gara-gara beredar kabar bahwa bayi Janik ditahan pihak rumah sakit, karena Janik tidak mampu membayar biaya persalinan istrinya sebesar Rp 13 juta ditambah Rp 5 juta untuk biaya perawatan bayinya.

Kabar itu kemudian beredar luas di media sosial termasuk media online. Sejumlah wartawan kemudian ramai-ramai datang ke RS yang baru diresmikan itu untuk mendapatkan penjelasan dari pihak manajemen.

Benarkah bayi Janik ditahan sebagai jaminan pembayaran biaya rumah sakit? Ternyata menurut pihak rumah sakit kabar itu tidak benar sama sekali. Yang ada, pihak rumah sakit justru merawat bayi itu karena memang butuh perawatan NICU. Bayi itu masih mengalami infeksi.

Janik sudah memberikan surat keterangan tidak mampu kepada manajemen rumah sakit pada Rabu 3 Januari 2018 lalu.

Surat keterangan tidak mampu itu ditandatangani Subarkah, atas nama Lurah Kukusan, Kecamatan Beji, tempat tinggal Janik dan keluarganya.

Artinya, Janik menyatakan tidak mampu untuk membayar biaya perawatan sebesar Rp 18 juta itu.

Karena itu kemudian pihak rumah sakit melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Depok, untuk mengajukan penjaminan agar biaya pelayanan kesehatan terhadap keluarga Janik ditagihkan ke Dinas Kesehatan Kota Depok.

Dalam keluarganya hanya Janik sebagai kepala keluarga yang menjadi peserta JKN-KIS.
Dalam keluarganya hanya Janik sebagai kepala keluarga yang menjadi peserta JKN-KIS.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Lies Karmawati kemudian datang ke rumah sakit itu, Kamis (4/1/2017) untuk melihat kondisi bayi dan mendengarkan penjelasan dari pihak rumah sakit.

Alhasil, pihak Dinas Kesehatan Kota Depok menyatakan keluarga Janik layak dibantu, karena merupakan keluarga kurang mampu

Sehari-hari Janik bekerja sebagai buruh harian lepas dan tinggal di Jalan Masjid Al Faruq RT 003/001, Kukusan, Kecamatan Beji. Janik dan istrinya sama-sama tamatan sekolah dasar.

Di kartu keluargannya, kelihatan bahwa Janik sudah memiliki 4 orang anak. Bayi mungil yang kini dimasih dirawat itu, adalah anak kelima.

Anak pertama Janik, lahir tahun 1998, anak kedua lahir tahun 2001, anak ketiga tahun 2008, anak keempat tahun 2010 dan anak kelima lahir 2018.

Kenapa persoalannya biaya perawatan istri dan anak Janik begitu rumit, apakah tidak punya kartu JKN-KIS?

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Depok, Maya Febriyanti mengatakan di keluarga besar Janik, hanya Janik sendiri yang sudah dilindungi program JKN-KIS.

Janik adalah peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD Kota Depok. Artinya biaya kepesertaan JKN-KIS Janik dibayarkan oleh Pemerintah Kota Depok.

“Anggota keluarga Janik, baik istri maupun anak-anaknya belum menjadi peserta JKN-KIS,” kata Maya kepada depokrayanews.com, Kamis (4/1/2017).

Menurut Maya, dia sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Depok untuk memasukan anggota keluarga Janik dalam program PBI APBD Kota Depok.

“Agar persoalan seperti itu tidak terjadi lagi. Kita tidak pernah tahu kapan kita sakit. Makanya program JKN-KIS akan melindungi kesehatan masyarakat setiap saat,” kata Maya. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed