by

ESQ Kemanusian Gandeng Pegadaian Kembangkan Program Pesantren Berdaya Hafidz Entrepreneur School

DEPOKRAYANEWS.COM- ESQ Kemanusian menggandeng PT Pegadaian mengembangkan program Pesantren Berdaya Hafidz Entrepreneur School di Panti Asuhan Wisma Karya Bakti, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok.

Di kawasan seluas 3 hektar itu, anak-anak panti asuhan dilatih bercocok tanam dan beternak ikan dan kambing, sehingga memiliki jiwa wirausaha, terutama di sektor pertanian dan peternakan.

”Alhamdulillah program ini sudah mulai menghasilkan,” kata Ketua ESQ Kemanusian Lea Sri Endari Irawan pada acara panen ikan dan sayur mayur di Panti Asuhan Wisma Karya Bakti, Senin 17 Januari 2022. Pada acara itu, hadir Kepala Divisi CSR Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) PT Pegadaian Rully Yusuf, Ibnu Ramali Ketua Harian Panti Asuhan Wisma Karya Bakti, Dewi pendamping program dari ESQ Kemanusian dan Ustad Bahar yang ahli dalam bidang pertanian dan peternakan di panti asuhan itu.

Menurut Lea Irawan, program Pesantren Berdaya Hafidz Entrepreneur terbagi dalam 4 sub kegiatan yakni: peternakan melalui budidaya kambing dan kelinci, perikanan melalui sistem Bioflok, pertanian hidroponik organik, dan pengolahan sampah composting yang menghasilkan media tanam dan pupuk cair organic (pupuk PSB bakteri fotosintesis).

”Program ini bisa terlaksana berkat pendampingan yang luar biasa dari PT Pegadaian,” kata Lea Irawan. Pelatihan maupun dukungan sarana dan prasarana dalam program ini, kata Lea, diharakan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di lingkungan pesantren, mampu mandiri berjalan berkelanjutan.

Pesantren, kata dia, merupakan institusi pendidikan tertua yang ada di Indonesia. Penerapan sistem pendidikan yang diterapkan di pesantren, tidak hanya terbatas dalam pendalaman ilmu dan keterampilan agama (mutafaqqih fiddin), tetapi juga mempelajari ilmu dan teknologi serta penerapan nilai dan moral sosial kemasyarakatan.

Sistem pendidikan ini kemudian menjadikan pesantren sebagai institusi yang strategis dalam pembangunan manusia Indonesia yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

”Program ini bercita – cita mempersiapkan individu di lingkungan pesantren yang unggul dan berkualitas menuju ummat yang terbaik (Khoiru Ummah) dalam keilmuan agama islam (mutafaqqih fiddin) maupun pengetahuan serta keterampilan khusus
menuju kemandirian,” kata Lea.

Lea kemudian menantang anak-anak panti asuhan untuk menghafal Quran sampai 30 juz. ”ESQ punya akses untuk mengirim anak-anak yang hafal Quran untuk melanjutkan pendidikan ke Al Azah Kairo. Ayo, manfaatkan kesempatan yang baik ini,” kata Lea.


Ketua Harian Panti Asuhan Wisma Karya Bakti, Ibnu Ramali mengatakan hafiz quran adalah untuk kehidupan akhirat. ”Tapi harus dibuktikan dalam bentuk aplikasi, dan dalam bentuk amaliah,” kata Ibnu. Karena itu, di Panti Asuhan Wisma Karya Bakti, anak-anak dilatih beternak, bertani, bahkan bermain musik.

Ibnu berterimakasih kepada ESQ Kemanusian dan PT Pegadaian yang membantu pengembangan program Pesantren Berdaya Hafidz Entrepreneur School di panti asuhan itu. ”Berbagi itu indah. Berbagi itu bahagia dan berbagi itu tidak perlu menunggu kaya. Siapapun silakan berbagai di panti asuhan ini,” kata Ibnu.

Panti Asuhan Wisma Karya Bakti kini menampung 135 anak dari berbagai daerah, termasuk dari Sumatera. Mereka adalah anak-anak tidak mampu dan yatim piatu.

Kepala Divisi CSR PKBL PT Pegadaian Rully Yusuf mengatakan program di bidang pendidikan menjadi salah satu perhatian perusahaan terhadap peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). ”Program ini selain untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat, juga meningkatkan kemampuan kewirausahaan dan profesionalisme di bidang pertanian dan peternakan,” kata Rully Yusuf.

Rully berharap konsep seperti yang dikembangkan di Panti Asuhan Wisma Karya Bakti bisa dikembangkan di daerah lain. ”Apalagi anak-anak panti asuhan sudah mampu memproduksi pupuk dan dalam waktu dekat akan dibagikan sebanyak 1.000 liter kepada masyarakat, terutama petani. Ini luar biasa,” kata Rully.

Menurut dia, kalau semua anak panti asuhan bisa mengembangkan sektor pertanian dan peternakan, bukan tidak mungkin, hasilnya diekspor. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed