by

Hari Anak Nasional, Depok Zona Merah Kasus Kekerasan Terhadap Anak

Arist Merdeka Sirait

Depokrayanews.com- Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait menyebut Kota Depok merupakan zona merah kasus kekerasan terhadap anak. Sepanjang 2019 hingga Juli 2020, terjadi 2.700 kasus kekerasan yang menimpa anak.

“Sesuai data yang terlapor di Polres Metro Depok, dari 2019 hingga Juli 2020 mencapai kurang lebih 2.700 kasus. Namun jumlah penyidik sangat terbatas, sehingga berpengaruh dalam penanganannya,” kata Arist ketika diminta komentasnya sehubungan Hari Anak Nasional (HAN) dengan tema ”Anak Terlindungi, Indoesia Maju” seperti dilansir Radar Depok, Jumat 24 Juli 2020.

Selain kekurangan penyidik, kasus kekerasan terhadap anak juga kekurangan saksi yang dapat digunakan untuk menjerat pelaku.

Tagline Kota Depok sebagai Kota Ramah Anak, menurut dia, hanya sebuah jargon yang tidak diimplementasikan. ”Harusnya, jargon itu didukung dengan peran aktif pemerintah dan peran serta masyarakat, untuk memutus mata rantai kekerasan terhadap anak mulai dari tingkat RT,” kata dia.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, sebenarnya Kota Depok jauh sebelumnya sudah dinobatkan sebagai kota ramah anak, tentu menjadi apresiasi bagi masyarakat Kota Depok. Namun dia tidak menampik masih terdapat masalah dikalangan anak-anak di Kota Depok.

“Kota Depok sebagai perlintasan, jadi masyarakat bisa menjadikan Kota Depok sebagai persiggahan. Seperti yang belum lama anak kandung, ternyata kan ber-KTP DKI, dia ngontrak dipinggiran Ciliwung,” kata Idris.

Namun demikian, pihaknya tetap optimis menanggulangi permasalahan anak di Kota Depok. Dia mengaku, akan meningkatkan pembinaan dikalangan masyarakat. Caranya dengan melakukan kolaborasi lebih luas sembari meningkatkan kampung siaga di setiap RW. (ril)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed