by

Inilah Dampak Buruk Berhubungan Intim Cuma 1 Kali dalam Sebulan

Depokrayanews.co- Pakar seksologi, dr Boyke Dian Nugraha mengatakan, pasangan suami istri harus terus memupuk keharmonisan rumah tangga.

Salah satu caranya adalah melakukan hubungan badan secara teratur.

Karena di dalam hubungan itu, terpancar ikatan batin antara suami dan istri.

Bagaimana jika suami dan istri berhubungan intim hanya satu kali dalam sebulan?

Hal itu diungkapkan seorang pendengar radio Sonora dalam program Sex in The City.

Pendengar tersebut menjelang 50 tahun dan hanya bercinta satu bulan sekali.

Dokter Boyke Dian Nugraha mengatakan kondisi itu tidak wajar.

Menurutnya, pada usia 50 tahun idealnya berhubungan intim 2-3 kali satu Minggu.

“Umur 50 tahun ya, dua kali sampai tiga kali masih boleh, dua kali lah yang secara umum, seminggu loh,” kata Dokter Boyke.

Dia menambahkan, berhubungan intim tidak hanya soal penetrasi.

Namun bisa dilakukan tanpa adanya penetrasi itu sendiri.

Dokter Boyke menegaskan bercinta sangat berpengaruh pada kesehatan organ intim baik pria maupun wanita.

Jika pada usia yang masih tergolong muda atau masih mampu bercinta lebih dari satu kali sebulan, maka ia mengimbau untuk tetap melakukan hal tersebut.

Karena bercinta satu kali sebulan saja, bisa menyebabkan sang pria terkena prostat, dan proses penuaan wanita juga menjadi lebih cepat.

“Prianya nanti kena prostat, wanitanya juga proses menuanya, menopausenya menjadi lebih cepat. Rugikan?

Kalau prostat harus operasi, mendingan seks aja,” jelasnya.

Ada kisah seorang istri tak mau berhubungan intim, padahal sudah 4 tahun nikah.

Meski demikian, sang suami yang sudah menikahi istrinya tersebut tetap cinta.

Ia tak mau menceraikan istri, meski dokter saat itu menyarankan agar mereka bercerai saja.

Melansir World of Buzz, pria itu mengungkap jika dia dan istrinya yang telah menikah selama empat tahun karena perjodohan.

Dia menyebutkan bahwa dia dan istrinya sangat mencintai satu sama lain tetapi dalam empat tahun pernikahan mereka, mereka belum pernah berhubungan intim satu kali pun.

“Setiap kali saya mencoba untuk memulai, dia menutup kakinya dengan sangat erat dan menutup bagian intimnya dengan tangannya.

Saya tidak bisa melakukan apa-apa setelah itu,” tulis pria itu dalam postingannya.

Pria itu menambahkan bahwa ketika dia bertanya kepada istrinya tentang hal ini, wanita itu hanya mengatakan bahwa dia tidak dapat mengendalikan kakinya.

Wanita itu bahkan menangis kepadanya dengan mengatakan bahwa dia tidak dapat mengendalikan tubuhnya.

Pria itu berkata bahwa dia hanya memiliki satu keinginan yaitu memiliki anak dari istri tercintanya.

“Saya berkonsultasi dengan dokter setempat. Dokter itu malah mengatakan kepada saya untuk mengancam istri saya dengan kata cerai.

Tetapi saya bahkan menolak untuk menggunakan kata-kata itu untuk melawan istri saya,” tulisnya lagi.

Pria itu juga mengatakan dia enggan membicarakan masalah ini dengan orang tuanya karena dia tahu apa tanggapan mereka.

Dia bersikeras bahwa bagaimanapun situasinya, dia tidak akan pernah meninggalkan istrinya sama sekali.

Karena putus asa, pria itu akhirnya meminta saran pada netizen untuk menyelesaikan masalahnya.

Tidak mengherankan, ada beberapa saran vulgar tentang bagaimana dia bisa “lebih mencintai istrinya”.

Meski demikian, beberapa netizen menyarankan agar ia dan istrinya harus mengunjungi dokter kandungan yang berkualifikasi karena sang istri kemungkinan mengidap vaginismus.

Menurut Medical News Today, vaginismus adalah suatu kondisi yang melibatkan kejang otot di otot dasar panggul.

Ini dapat membuat nyeri, sulit, atau tidak mungkin untuk melakukan hubungan seksual, menjalani pemeriksaan ginekologi, dan memasukkan tampon.

“Mungkin langsung berhubungan badan membuatnya sulit. Atau bisa juga tindakan refleksnya karena kejadian traumatis di masa lalu.

Anda bisa mulai dengan berbicara dari hati ke hati dengannya dan kemudian berkembang menjadi apa pun yang terasa tepat saat ini,” tulis seorang netizen

Sumber:bangkapos

1

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed