Inilah Pemain Tower Provider di Kota Depok

Sebarkan :

 
Di Kota Depok berdiri sekitar 600 tower provider, sebagian tidak berizin atau liar.

Di Kota Depok berdiri sekitar 600 tower provider, sebagian tidak berizin atau liar.

Depokrayanews.com- Walikota Depok Mohammad Idris meminta Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) untuk mengusut pemilik menara Base Transceiver Station (BTS) liar di Depok.

Informasi yang diperoleh depokrayanews.com, di Kota Depok berdiri sekitar 600 BTS. Dari jumlah itu hanya sekitar 300 yang mendapat rekomendasi teknis dari Bidang Pos dan Telekomunikasi (Postel) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Yang terjadi di lapangan saat ini banyak BTS yang berdiri tanpa dilengkapi surat mendirikan bangunan (IMB) tower.

Ada yang baru sekedar mengantongi surat rekomendasi dari Postel Diskominfo tanpi sudah langsung dibangun. Kemudian ada lagi yang membangun tanpa rekomendasi bidang Postel Diskominfo sama sekali.

Beberapa diantaranya menara liar itu sudah berfungsi sebagai menara provider.

Lalu siapa pemain menara atau tower provider selama ini di Depok? Keterangan yang dikumpulkan depokrayanews.com menyebutkan, selama ini ada sekitar 20 pemain tower provider yang menyediakan menara atau tower untuk memenuhi kebutuhan perusahaan telekomunikasi.

Pemain tower provider itu antara lain Protelindo, TBG, Daya Mitra, Hutcinson (Three), STP, PKP, Sentra Tama, Global Indonesia, IBS, Telkomsel, Indosat, XL. Comet, Naragita.

Satu tower provider bisa membangun lebih dari 10 menara atau tower di Kota Depok.

Belum jelas benar dari sekitar 20 tower provider itu, berapa banyak yang nakal, artinya membangun tower tanpa izin. Ini yang oleh walikota diminta diusut tuntas.

Kepala Seksi Postel Diskominfo, Farid ketika dikonfirmasi mengakui sejauh ini Postel Diskominfo sudah mengeluarkan sekitar 300 surat rekomendasi untuk pendirian menara atau tower.

Dari jumlah itu, tidak semua kemudian berhasil mendapatkan IMB. Kemudian tidak semua tower yang berdiri, dilengkapi surat rekomendasi.

“Jadi surat rekomendasi itu bukanlah izin, tapi hanya salah satu dari persyaratan perizinan. Kalau syarat lain tidak terpenuhi. IMB tidak bisa keluar,” kata Farid

Dia juga tidak tahu persis berapa jumlah menara atau tower BTS yang sudah berdiri di Kota Depok. “Silakan cek ke BPMP2T atau ke Distarkim di bagian pengawas bangunan,” kata Farid.

Tapi yang jelas, kata dia,jumlah BTS itu pasti lebih banyak dari jumlah surat rekomendasi yang dijeluarkan Postel Diskominfo.

Farid setuju kalau tower tidak berizin itu dibongkar. “Kalau tidak berizin. bongkar saja, kenapa dibiuarkan,” tegas Farid. (and)


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Jam Operasional Tempat Usaha di Depok Mulai Dilonggarkan

Depokrayanews.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akhirnya melonggarkan jam operasional tempat usaha setelah banyak menuai protes ...