Jalan Raya Sawangan, Jalur Neraka dengan 25 Titik Simpul Kemacetan

Sebarkan :

 
Beginilah minimal kemacetan di pertigaan Kodim 0508/Depok

Beginilah minimal kemacetan di pertigaan Kodim 0508/Depok

Depokrayanews.com- Kemacetan di jalan Raya Sawangan atau Jalan Raya Muchtar, Kota Depok kini semakin parah.

Hampir setiap hari sepanjang Senin sampai Senin lagi jalur ini tidak pernah sepi, kecuali tengah malam.

Pada jam-jam berangkat kerja atau pulang kerja, jalur ini disebut sebagai jalur neraka. Kemacetan panjang bisa mencapai 4 kilometer.

Jalan ini disebut jalur neraka,. karena kemacetannya dianggap sudah pada level menyiksa. “Ini kami sebut jalur neraka, karena sudah menyiksa badan dan menyiksa mobil. Macetnya sangat parah. Tapi pemerintah tidak ada perhatian sama sekali. Pak Walikota kalau lewat jalan jni kan pakai pengawal, sehingga tidak merasakan macetnya.” kata Aliudin, seorang warga Pengasinan.

Amel Amelia karyawan bank di Depok punya trik untuk tidak terjebak di kemacetan parah. “Saya berangkat sebelum pukul 06.00 wib dari rumah. Kalau lewat dari jam itu, silakan menikmati macet. Ke Depok bisa satu jam lebih. Padahal kalau tidak macet cukup 15 menit saja,” kata ibu muda satu anak itu.

Menurut pantauan depokrayanews.com, di jalur sepanjang 9 kilometer itu mulai dari simpang enam di ujung jalan Dewi Sartika atau ujung Jalan Nusantara sampai pertigaan Bojongsari, ada 25 titik simpul kemacetan.

Macet di Sawangan Depok

Macet di Sawangan Depok

Inilah 25 titik simpul kemacetan itu:

1. Simpang enam di ujung Jalan Dewi Sartika atau Jalan Nusantara.

2. Pertigaan dekat kantor pos, depan sekolah Bintara.

3. Pertigaan Bhakti Yudha-Tanah Baru.

4. Sekolah Cakra Buana.

5. Perempatan Perumahan Poin Mas

6. Perempatan Masjid-Kodim 0508/Depok.

7. Mal DTC/ Perumahan Depok Maharaja

8. Depan sekolah Al Hamidiyah.

9. Pertigaan Perumahan Mampang Indah.

10. Rumah Makan Saung Talaga.

11. Perumahan Agung.

12. Pertigaan Balai Desa.

13. Perumahan BDN

14. Pertigaan Arco.

15. Pertigaan Parung Bingung.

16. POM Bensin kembar (kiri-kanan)

17. Perumahan Sawangan Permai.

18, Pertigaan Tugu Sawangan.

19, Sekolah YAPPAN.

20. Perumahan Bukit Rivaria.

21. Simpang Pasar Kemiri (Abdul Wahab).

22,Simpang RSUD Depok.

23. Pertigaan Pengasinan.

24. Perumahan Telaga Golf.

25. Pertigaan Bojongsari.

Sampai kini sudah beberapa tahun ada wacana untuk melebarkan jalan itu. Tapi karena Jalan Raya Sawangan adalah jalan negara, maka dananya dari pemerintah pusat melalui Provinsi Jawa Barat.

Pemerintah pusat kabarnya bersedia mengucurkan dana, asal pembebasan lahan kiri kanan jalan itu dikerjakan oleh Pemkot Depok.

Di sinilah persoalan itu muncul karena Pemkot Depok tidak berani membebaskan lahan kiri kanan yang sudah dipenuhi ruko.

“Tidak mungkin kita melebarkan jalan Raya Sawangan karena kiri-kanannya sudah banyak ruko. Langkah itu akan menimbulkan persoalan baru,” kata Walikota Depok Mohammad Idris.

Tapi di daerah mana lagi ada pembangunan jalan yang tidak perlu pembebasan kawasan bisnis atau perumahan di Depok. “Kita akan bangun jalan tembus dari Juanda ke Cinere, kapan perlu sampai ke kawasan Bojongsari. Dengan demikian bisa mengurangi beban jalan Raya Sawangan, ” kata Idris. (and)


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Calon Wakil Walikota Depok Afifah Alia: Tidak Boleh ada Pungli di Sekolah

Depokrayanews.com- Calon Wakil Walikota Depok Afifah Alia berjanji akan menghapus segala bentuk pungutan liar (pungli) ...