Konversi Cara Cepat Meningkatkan Pangsa Pasar Bank Syariah

Sebarkan :

 
Syafii Antonio

Syafii Antonio pakar ekonomi Syariah.

Depokrayanews.com- Pakar keuangan syariah M. Syafi’i Antonio mengatakan, untuk meningkatkan pangsa pasar industri keuangan syariah maka bank syariah yang masih dalam bentuk unit usaha syariah (UUS) didorong untuk melakukan konversi ketimbang spin off.

Konversi bank syariah ini dinilai lebih efisien karena permodalan tidak akan terpecah.

Menurut Syafi’i apabila UUS melakukan spin off maka induk perusahaan harus memberikan modal ke anak perusahaan syariahnya.

Dengan demikian, berarti kekuatan induk akan ditarik ke kekuatan anak perusahaan syariahnya sehingga modal terpecah.

Selain itu, jika UUS melakukan spin off maka nantinya akan terbentuk dua direksi yakni direksi induk dan direksi anak perusahaan syariah.

“Kalau konversi direksi hanya satu saja dan ini akan lebih efisien, nah pilihan-pilihan ini yang harus didorong,” ujar Syafi’i di Jakarta, Selasa (27/12/2016).

Peningkatan pangsa pasar industri perbankan syariah melalui konversi sudah dibuktikan dengan hijrahnya Bank Aceh menjadi bank umum syariah.

Konversi Bank Aceh ini telah meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah dari 4,81 persen pada Juli 2016 menjadi 5,13 persen pada saat ini.

Syafi’i mendorong agar bank pembangunan daerah (BPD) lainnya juga dapat melakukan konversi menjadi bank umum syariah sehingga dapat meningkatkan pangsa pasar industri keuangan syariah karena telah berpindah buku.

Syafi’i mengatakan, pada 2017 mendatang direncanakan Bank NTB akan konversi menjadi bank umum syariah dan saat ini sedang dalam proses persiapan.

Menurutnya, konversi Bank NTB menjadi bank umum syariah belum akan memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan pangsa pasar industri keuangan syariah secara menyeluruh.

“Mungkin sekitar 0,2 persen sampai 0,3 persen, karena dia (aset Bank NTB) hanya Rp 8 triliun,” ujar Syafi’i.

Dengan konversinya Bank NTB pada 2017 mendatang, Syafi’i memprediksi pangsa pasar industri perbankan syariah belum mencapai 5,5 persen.

Bank Aceh memberikan kontribusi yang siginifikan karena telah memiliki aset sekitar Rp 20,09 triliun per September 2016. (rol)


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Menkeu Sri Mulyani: Penanganan Covid-19 Kunci Utama Pemulihan Ekonomi

Depokrayanews.com- Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, penanganan Covid-19 menjadi salah satu kunci utama agar perekonomian ...