by

Mantan KSAD Jenderal Wismoyo Arismundar Meninggal Dunia

-Nasional-281 views

Depokrayanews.com- Innalilahi wainnalilahi rojiun. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ke-17 (6 April 1993-13 Februari 1995), Jenderal (Purn) Wismoyo Arismunandar (80 tahun) meninggal pada Kamis 28 Januari 2021 pagi sekitar pukul 04.29 wib di RS Pondok Indah.

Rencananya, almarhum akan dimakamkan di Solo, Jawa Tengah. Tapi dari RS Pondok Indah akan disinggahkan ke rumah duka di Jl Gempol no.10, Bambu Apus, dishalatkan kemudian diberangkatkan ke Solo kira-kira pukul 11.00.

Kabar meninggalnya Wismoyo kemudian beredar secara luas. Beberapa pihak menyapaikan rasa duka dan merasa kehilangan atas kepergian Wismoyo.

“Telah berpulang ke rakhmatullah Bapak Jendral TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar mantan KSAD. Semoga Almarhum husnul khotimah,” kata pengamat intelijen dan militer Susaningtyas Kertapati

Kabar yang sama juga diungkapkan Sesmenpora Gatot S Dewabroto. Sesmenpora menyampaikan ucapan duka cita dan kehilangan seorang tokoh olahraga yang berjasa bagi Indonesia karena Wismoyo mantan Ketua KONI.

Menurut Nuning, almarhum adalah guru bagi mereka yang mencintai negeri ini dan turut menjaga marwah TNI. Nuning pun masih ingat nasihat Wismoyo, salah satunya agar ia menjadi manusia yang pandai mendengar. “Karena disitu letak kebesaran jiwamu! Jangan sombong, tidak ada surga bagi kalian dan mereka yang sombong! Cintailah negerimu seperti engkau mencintai dirimu sendiri!” kata Nuning mengingat pesan Wismoyo.

Menurut Nuning, almarhum selalu mendidik anak buah dan juniornya untuk bersemangat dengan bertepuk tangan. Dia menambahkan, dengan bertepuk tangan maka hal itu menandakan seseorang masih punya semangat hidup. Selama hidupnya, Wismoyo memang dikenal sebagai jenderal yang memakai jam tangan di tangan kanan.

Di kalangan wartawam, sosok Wismoyo sangat berkesan. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini mempopulerkan Mars Patriot Olahraga di era kepemimpinannya. Pada saat menjabat Ketua KONI, Wismoyo pernah mengembalikan kejayaan prestasi olahraga Indonesia pada SEA Games 1997 dan juga melahirkan program PRIMA, yakni pembinaan intensif pada atlet-atlet unggulan. (mad)

1

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed