by

Masuk Balaikota Depok Bebas, Tidak ada Pemeriksaan Suhu Tubuh

Masuk ke Balaikota Depok tidak ada pemeriksaan suhu tubuh untuk mencegah Virus Corona.

Depokrayanews.com – Meski pasien positif Corona di Kota Depok sudah 4 orang dan 156 orang dalam pemantauan (ODP), tapi masuk ke kawasan Balaikota Depok di Jalan Margonda ternyata bebas-bebas saja, tidak ada pemeriksaan suhu tubuh terhadap aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat yang datang berurusan ke Balaikota Depok.

Tidak ada tanda-tanda di Kota Depok sudah berjangkit Virus Corona. ASN ada yang menggunakan masker, banyak juga yang tidak. Masuk ke gedung-gedung di kawasan Balaikota bebas-bebas saja. Tidak ada petugas yang memeriksa suhu tubuh menggunakan termometer digital seperti yang banyak ditemukan di gedung perkantoran, rumah sakit dan stasiun Depok Baru.

Yang tersedia hanya hand sanitizer yang disiapkan di beberapa lokasi, seperti dekat lift, di pintu masuk masjid. Di beberapa lantai hand sanitizer nya sudah habis, tinggal hanya tempat pegangan botol hand sanitizer yang tertempel di dekat lift.

Kondisi ini sangat berbeda ketika hendak masuk ke Stasiun Kereta Api Depok Baru. Semua yang hendak masuk stasiun diperiksa suhu tubuhnya. Paling tidak ada dua orang petugas yang menjaga setiap penumpang yang hendak masuk stasiun.

Kondisi yang agak berbeda terlihat ketika masuk ke Rumah Sakit Cita Arafiq di kawasan RTM, Kelapa Dua, Kota Depok. Setiap pengunjung yang hendak masuk ke dalam rumah sakit dicek suhu tubuhnya. Kalau suhu tubuhnya aman, maka petugas akan menempelkan stiker warna hijau di pakaian pengunjung. Kalau suhu tubuhnya tinggi ditempel tanda merah untuk kemudian dilakukan pemeriksaan ulang oleh tim medis.

Tidak jelas kenapa Pemerintah Kota Depok tidak menyediakan termometer digital untuk memeriksa suhu tubuh ASN dan pengunjung yang datang ke Balaikota Depok.

Lanny, seorang pengunjung yang mengurus perizinan mengaku sangat kaget ketika mengetahui tidak ada pemeriksaan suhu tubuh sama sekali. ”Bagaimana Pemkot Depok menyuruh pihak lain melakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada karyawannya, sedangkan Balaikota Depok sendiri tidak melakukan itu. Pemkot harus jadi contoh donk,” kata Lanny, Rabu 17 Maret 2020.

Kabarnya Pemkot Depok tidak punya uang untuk membeli termomoter digital. Padahal berdasarkan hasil pelacakan depokrayanews.com harga termomoter digital itu beragam mulai dari Rp 1 juta sampai Rp 20 juta. Tergantung merek dan jenisnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita beberapa kali dihubungi untuk mengkonfirmasi berita ini tidak menjawab, termasuk melalui whatsapp. (ril)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed