by

Mengukur Kekuatan Sinyal Indosat Ooredoo Hutchison ke Pamijahan Bogor

DEPOKRAYANEWS.COM- Leuwiliang adalah nama daerah di Bogor Barat, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Letak Leuwiliang bertetangga dengan Kecamatan Cemplang dan Kecamatan Leuwisadeng.

Leuwiliang adalah salah satu dan 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor. Luasnya sekitar 91,03 km² dengan jumlah penduduk Tahun 2017 sebanyak 122.352 jiwa. Wilayah ini sangat sejuk, dan kadang dingin karena berada di dataran tinggi. Suhu rata-ratanya 27°C.

Konon kabarnya, nama leuwiliang berasal dari kata “leuwi” dan “liang”. Leuwi, artinya sungai yang sangat dalam tetapi tidak mengalir. Sedangkan liang artinya lubang. Jadi di sebuah leuwi itu di dalamnya terdapat lubang yang menghubungkan ke daerah lain. Leuwiliang merupakan tempat yang strategis, nyaman, dan aman.

Pasca Proklamasi, tepatnya pada era Republik Indonesia Serikat atau RIS, Kabupaten Bogor masuk dalam wilayah Negara Pasundan. Kemudian keluar SK Wali Negeri Pasundan Nomor 12 yang menyatakan bahwa Kabupaten Bogor, kembali dibentuk 7 Kawedanan. Salah satunya, Kawedanan Leuwiliang yang mencakup daerah Leuwiliang, Ciampea, Pamijahan, dan Dramaga.

Kini, Kecamatan Leuwiliang terdiri dari 11 desa yakni Desa Purasari, Karyasari, Karocak, Cibeber Satu, Leuwimekar, Karahkel, Puraseda, Pabangbon, Barangkok, Cibeber Dua dan Leuwiliang.

Sepintas tidak ada yang terlalu istimewa di Leuwiliang. Wilayahnya berbukit. Akses jalan raya sangat sempit. Sementara jumlah penduduk makin banyak. Tidak heran kalau wilayah ini terkenal dengan macetnya. Karena populasi penduduknya cukup besar, perumahan makin banyak.

Yang menarik, setiap akhir pekan kawasan ini sangat padat. Kenapa ? Karena di Leuwiliang setidaknya ada 7 tempat wisata yang menarik sebagai tempat liburan favorit masyarakat Jakarta.

Setidaknya, di Leuwiliang ada 7 obyek wisata alam yang menawan. Misanya, Panorama Pabangbon dengan rumah pohonnya yang cantik. Ada Camping Ground Pabangbon. KemudianCurug Cilame Pabangbon, Bukit Bintang, Lembah Pelangi Desa Jatake yang dilengkapi banyak air terjun atau curug cantik. Ada lagi Curug Cilontar, yang dianggap sebagai tempat wisata tersembunyi di Leuwiliang dan Curug Sawer.

Bagi Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Leuwiliang dan Pamijahan bagaikan emas yang berkilau. Meski jumlah penduduk tidak banyak, tapi jumlah kunjungan wisatawan ke daerah ini sangat banyak. Trafik kunjungan wisata nusantara sangat tinggi. Leuwiliang dan Pamijahan termasuk 6 besar lokasi wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan nusantara di Kabupaten Bogor.

Tertinggi memang Cisarua. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2019 saja mencatat jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Cisarua mencapai 2,1 juta. Menyusul Babakan Madang sebanyak 700 ribu orang lebih, berikutnya Pamijahan sebanyak 368.731 dan Leuwiliang sebanyak 211.732 orang.

Semuanya, tentu butuh saluran komunikasi. Butuh jaringan yang terkoneksi dengan cepat dan bagus. Di sinilah kejelian IOH (dulu Indosat) melihat peluang. Sejak dulu, Indosat sudah membangun site atau yang lebih dikenal dengan tower telekomunikasi atau BTS.

Sejak awal Indosat melihat wilayah Pamijahan dan Leuwiliang punya potensi luar biasa. Nomor sambungan internasional dengan kode 001 dan 008 milik Indosat, di sini, sudah dikenal sejak lama. Sebab, dari dulu banyak masyarakat Leuwiliang dan Pamijahan yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di beberapa negara.

Kehadiran Indosat membuat masyarakat setempat bisa berkomunikasi dengan anak atau suaminya yang tengah bekerja di luar negeri. Senangnya bukan main. Tidak heran kalau Indosat sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Indosat sudah lengket di hati mereka sejak lama.

Indosat terus menjaga esistensinya di wilayah ini. IOH tidak mau daerah ini jatuh ke tangan provider lain. ”Kami sudah membangun 100 tower di daerah Leuwiliang dan Pamijahan,” kata Doly Simbar, VP-Head of Jabodetabek Regional Technology IOH kepada wartawan, Rabu 20 April 2022.

IOH Regional Jabodetabek sengaja mengundang sejumlah awak media untuk melakukan media test drive ke daerah Pamijahan dan Leuwiliang untuk melihat integrasi jaringan IOH, setelah adanya penggabungan Indosat Ooredoo dengan Hutchison 3 Indonesia (Tri Indonesia) 100 hari lebih, yang lalu. Dalam media test drive itu, hadir tim marketing dan markom dari IOH Jabodetabek.

Sepanjang jalan dari Kota Bogor menuju Leuwiliang dan Pamijahan, tampak banyak sekali warung atau counter yang menjual kartu Indosat (IM3) dan Tri (3). ”Sejak penggabungan IM3 dan Tri, pangsa pasar kami di Leuwiliang dan Pamijahan mencapai 65 persen,” kata Doly. IM3 menempati posisi pertama di wilayah ini.

Menurut dia, penjualan kartu perdana atau voucher isi ulang sangat besar. ”Penjualan kartu perdana dan voucher isi ulang di daerah itu termasuk 10 besar di wilayah Jabodetabek,” kata Doly menambahkan.

Hal itu tentu tidak terlepas dari terkoneksinya jaringan yang dimiliki IOH. Di Indonesia, IOH punya 43.000 site, dan 100 diantaranya ada di wilayah Pamijahan dan Leuwiliang. Doly mengakui 100 site di kedua wilayah itu sangat banyak karena daerahnya yang berbukit. Tapi secara bisnis, pendapatan IOH di wilayah itu sangat menguntungkan.

Selama perjalanan, dilakukan tes kekuatan sinyal sambil nonton film Korea di youtube. Ternyata hasil tes kecepatan jaringan internet dan cek sinyal sangat bagus. Kecepatan tertinggi saat menonton video mencapai 59,7 Mbps dan kecepatan terendahnya ada di 30,7 Mbps.

”Dengan kekuatan dan kecepatan seperti itu, pelanggan IOH bisa dengan nyaman nonton film di HP, termasuk dalam perjalanan sekalipun, atau lagi bersantai di tempat penginapan,” kata Doly. Itu sebabnya, kenapa banyak yang menggunakan IM3, kemudian Tri di Pamijahan dan Leuwiliang.

Nita, pemilik Achonk Cell mengakui kekuatan IOH di daerah Pamijahan. ”Transaksi kami bisa sampai 400 kartu perdana dan voucher isi ulang setiap hari, hanya untuk IM3,” kata Nita, salah satu distributor IM3. Menurut dia, Indosat sudah sejak lama menjadi pilihan di Pamijahan dan Leuwiliang. Nita sudah membuka usaha itu sejak 2011 bersama suaminya, Hasan yang dikenal sebagai Achonk.

Dia kemudian menyebut beberapa operator lain. Tapi masih di bawah Indosat. Bahkan Tri sejak 2015 sempat hilang di daerah itu. Tapi sejak bergabung dengan Indosat, kini Tri bangkit kembali. Ini karena Tri bisa memanfaatkan site milik Indosat. Begitu juga sebaliknya. IOH kini tengah melakukan proses intergrasi antara site Indosat dan site milik Tri.

Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Desmond Cheung mengatakan, pada akhir tahun 2022, IOH akan mengintegrasikan lebih dari 43 ribu sites. Integrasi memberikan peningkatan layanan indoor coverage dan penambahan kapasitas dengan pemanfaatan kerapatan sites dan lebar pita dari jaringan sebelumnya.

IOH juga akan menambahkan lebih dari 11 ribu sites baru di beberapa tahun mendatang untuk lebih memperluas jaringan dan meningkatkan pengalaman pelanggan IM3 maupun Tri.

Menurut Desmond, dalam rangka menyambut masa libur lebaran tahun ini, IOH telah melakukan segala persiapan untuk mendukung kebutuhan telekomunikasi digital masyarakat yang kembali berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.

IOH telah menyiapkan kapasitas data sekitar 30% untuk lonjakan traffic per hari dibandingkan dengan tahun lalu. Kenaikan itu diprediksi akan dikontribusi oleh meningkatnya penggunaan aplikasi berbasis video dan pengiriman pesan seperti YouTube, TikTok, Instagram, Facebook, dan juga WhatsApp. (red)

1

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed