Meski Dilarang Walikota, Warga Bojongsari Tetap Gelar Lomba 17 Agustusan

Sebarkan :

 

Meski dilarang Walikota Depok tapi warga Bojongsari tetap menggelar aneka lomba 17 Agustusan.

Depokrayanews.com- Meski Walikota Depok Mohammad Idris sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang berisi larangan
menyelenggarakan perlombaan atau kegiatan perayaan Puncak HUT RI yang mengumpulkan banyak orang secara tatap muka langsung, akan tetapi masyarakat di sejumlah kelurahan di Kecamatan Bojongsari tetap saja menggelar aneka lomba dengan mengumpulkan masa dalam jumlah banyak.

Di kelurahan Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, hampir semua RT menggelar lomba 17 Agustusan yang melibatkan puluhan anak-anak, mulai dari lomba membawa kelereng, makan kerupuk, memasukan paku dalam botol, meletuskan balon berisi air dengan mata tertup dan banyak lagi yang lain.

Di RT 01 RW 14, Kelurahan Bojongsari misalnya, tampak kerumunan anak-anak dan ibu-ibu di lapangan bulu tangkis, yang terletak di pinggir Situ 7 Muara. Sejak pagi warga RT setempat menggelar aneka lomba. Kemudian tepat pada pukul 10.15 semua lomba dihentikan sesaat, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengheningkan cipta.

Beberapa masyarakat setempat mengetahui adanya larangan menggelar lomba-lomba itu. ”Ya pak, kami baru dikasih tahu beberapa hari lalu. Sementara panitia sudah dibentuk sejak jauh hari. Kami sudah terlanjur meminta sumbangan kepada warga untuk biaya 17-an. Kan ga mungkin uangnya kami kembalikan,” kata seorang warga RT 01/14 kepada depokrayanews.com, Senin 17 Agustus 2020.

Tidak jauh dari RT 01/14, ada lagi sekelompok masyarakat berkumpul menggelar aneka lomba. Yang hadir sebagian besar anak-anak dan ibu-ibu yang menyaksikan anaknya berlomba. ”Biasanya, kalau tidak ada covid, acara kami lakukan per rw, tapi karena covid, aacara kami pisah per rt supaya tidak terlalu ramai,” kata Adi, salah seorang warga.

Begitu juga di kawasan Jalan Aliandong, tampak anak-anak sibuk mengikuti lomba sepeda hias dan lomba bawa bendera. Mereka mengenakan baju berwarna merah. Begitu juga dengan ibu-ibu yang mengantar anaknya ikut lomba juga mengenakan baju warna merah.

Menurut pantauan depokrayanews.com, masyarakat di Kelurahan Duren Mekar juga menggelar acara lomba 17 Agustusan di beberapa lokasi. Ada yang menggelar lomba sepeda hias, kemudian menyediakan pangung hiburan dengan backdrop panggung Merdeka lengkap dengan gambar Bung Karno.

Padahal Walikota Depok Mohammad Idris sengaja mengeluarkan SE larangan mengadakan lomba 17 Agustusan, karena Kota Depok masih masuk zona orange. Jumlah kasus virus corona covid-19 masih terus bertambah. Begitu juga dengan jumlah yang meninggal.

Tapi di kawasan Kecamatan Sawangan, menurut pantauan depokrayanews.com, tidak tampak kesibukan masyarakat merayakan HUT RI dengan aneka lomba. ”Biasanya di Bedahan ada. Tapi sekarang ga ada pak,” kata Satibi, salah seorang warga Sawangan.

Satibi juga heran kalau di Kecamatan Bojongsari warga pada sibuk menggelar aneka lomba. ”Kan sudah ada larangan napa masih pada bikin lomba. Mudah-mudahan tidak ada laporan penambahan jumlah kasus covid-19 setelah menggelar lomba 17-an,” kata dia. (red)


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Mulai Tahun Depan Surat Tanda Terima Setoran PBB Tidak Diterbitkan Lagi

Depokrayanews.com- Mulai tahun depan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok tidak akan menerbitkan lagi Surat ...