Musorkot KONI Kota Depok Akhirnya Deadlock

Sebarkan :

 
KONI Depok

Agustinus Susanto, salah satu calon Ketua KONI Kota Depok.

Depokrayanews.com- Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI Depok yang berlangsung sejak pagi hingga malam di Hotel Bumi Wiyata, Margonda, Sabtu (11/2) akhirnya menemui jalan buntu alias deadlock.

Musorkot pemilihan ketua umum KONI Depok periode 2017-2021 harus dibawa ke KONI Jawa Barat.

Musorkot yang dibuka oleh Walikota Depok Mohammad Idris itu berlangsung panas. Awalnya ada tujuh calon ketua. Tapi, setelah diverifikasi hanya dua calon yang berhak berkompetisi, yakni petahana Amri Yusra dan Agustinus Susanto.

Kedua calon mengantongi dukungan lebih dari 10 pengurus cabang olahraha (pengcab). Agustinus didukung oleh 17 pengcab, sedangkan Amri Yusran 15 pengcab.

Sejak pagi memang sudah terkesan aroma pertarungan antara kubu Pmerintah Daerah (Pemda) melawan kubu swasta.

Amri Yusra mewakili kubu pemda yang didukung pencab-pengcab yang diketuai oleh pegawai negeri sipil (PNS). Rata-rata ketua ketua pengcab dari PNS itu adalah kepala dinas, sekretaris dinas dan kepala bidang.

Sedangkan Agustinus mewakili kelompok swasta yang menginginkan adanya perubahan di tubuh KONI Kota Depok setelah 7 tahun dipimpin Amri Yusra.

Kubu pemda kabarnya sejak jauh hari sudah dikondisikan untuk tetap mempertahankan Amri Yusra yang sejak 7 tahun lalu diusung Partai PKS, ketika Nur Mahmudi Ismail menjadi Walikota Depok.

Sebelum musorkot digelas, ada 2 isu yang hendak diusung peserta untuk menghadang lajunya langkah Amri Yusra yakni laporan pertanggungjawaban dan yang kedua soal paal 19 ADART KONI.

Tidak heran kalau kemudian hujani interupsi terjadi soal pasal 19 ADRT ayat 3 yang menyatakan bahwa: “Jabatan ketua umum komite olahraga/kota hanya dapat dijabat oleh orang yang sama paling banyak dua masa bakti.”

Silang pendapat pun terjadi. Kedua pihak dari pengcab pendukung “berperang” argumentasi. Jika Amri maju dinilai akan catat hukum.

Ali Rahman, perwakilan dari KONI Jawa Barat, akhirnya mengambil jalan tengah. Ia meminta kepada pimpinan sidang Nina Suzana untuk bertemu enam mata dengan Amri dan Agustinus. Sidang pun diskorsing untuk mencari titik temu.

Alhasil disepekati terjadi vooting untuk menentukan layak tidaknya Amri untuk maju. Peserta vooting terdiri dari 34 berhak dan dua suara dari KONI Jabar.

Jika dalam vooting tersebut suara untuk Amri maju lebih banyak, maka akan dilanjutkan dengan pemilihan melawan Agustinus. Tapi, sebaliknya jika suara Amri untuk mencalonkan diri sedikit, Agustinus akan dinyatakan terpilih secara aklamasi.

Namun, kesepkatan itu akhirnya mentah lagi. Salah seorang pengcab menyatakan keberatan jika perwakilan Jawa Barat ikut vooting. Mereka hanya menginzinkan perwakilan Jawab Barat pada saaat pemilihan sesuai ADRT. Namun pihak KONI Jabar keberatan karena menurutnya telah terjadi kesepakatan dalam enam mata.

Perdebatan inilah yang membuat deadlock. Pimpinanan sidang Nina Suzana setelah berembuk dengan pihak KONI Jabar dan kedua calon, akhirnya memutuskan Musorkot deadlock dan akan dibawa ke KONI Jabar dalam menentukan keputusan.

“Kami tidak kecewa, kami sama-sama lelah dan tak mungkin sidang yang dari pukul 08.00 pagi dilanjutkan hingga larut malam. Tujuan kami sama-sama ingin membangun olahraga di Depok,” kata Agustinus. Pernyataan senada juga diungkapkan Amri Yusra

Pihak Jawab Barat berjanji akan menggodok masalah ini secepatnya, sehingga dalam waktu dekat sudah ada keputusan. (ril)

 


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Mulai Tahun Depan Surat Tanda Terima Setoran PBB Tidak Diterbitkan Lagi

Depokrayanews.com- Mulai tahun depan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok tidak akan menerbitkan lagi Surat ...