by

Pemasaran Rendang Taragak The Tungku Kayu Bakar Sampai ke Rusia

-UMKM-557 views

Depokrayanews.com- Rendang dinobatkan menjadi salah satu makanan terenak di dunia. Makanan khas Sumatera Barat ini memang banyak digemari orang sampai ke mancanegara.

Bahkan Audun Kvitland Rostad, bule pria asal Norwegia, menciptakan lagu Nasi Padang, karena dia kecantol dengan rendang ketika pertama berkunjung ke Indonesia.

Murzalina atau lebih dikenal sebagai Mama Eza yang tinggal di daerah Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok menjadikan rendang sebagai ladang bisnis yang luar biasa. Tidak tanggung-tanggung, Mama Eza ikut pameran memperkenalkan rendang sampai ke Rusia, wow. Sejak itu, sebelum pandemi Covid-19, rutin ada pesanan rendang dari KBRI di Rusia.

”Rendang disukai banyak orang termasuk untuk bekal dalam perjalanan jauh, bekal saat umrah, haji, travelling dan dikirim ke saudara yang ada di luar negeri,” kata Mama Eza kepada depokrayanews.com, Kamis 12 Februari 2021.

Rendang Mama Eza agak berbeda dengan rendang kebanyakan, karena proses pengolahannya yang unik, yakni masih tradisional seperti yang dilakukan di daerah asalnya, Sumatera Barat. ”Produk ini mempunyai keunikan karena dimasak menggunakan tungku kayu bakar. Rasanya sangat berbeda, lebih gurih dan bumbunya meresap maksimal. Di Sumatera Barat proses memasak rendang semua menggunakan tungku kayu bakar, sehingga rasanya sangat berbeda,” kata dia.

Sementara di daerah-daerah luar Sumatera Barat, termasuk di Jabodetabek, kebanyakan memasak rendang sudah menggunakan kompor gas. Agar tidak menimbulkan polisi akibat pembakaran kayu di tungku, Mama Eza mendisain tungku khusus dengan cerobong ke atas sehingga asapnya tidak membuat polusi lingkungan sekitarnya.

Mama Eza sudah menggeluti bisnis rendang ini sejak tahun 2018. Selain rendang daging, Mama Eza juga memproduksi
rendang jengkol, rendang kacang merah, dan dalam waktu dekat membuat kembali rendang paru. ”Sementara rendang paru berhenti dulu karena sedang mengurus perpanjang sertifikat halalnya,” kata dia.

Di pasar lokal, pemesan rendang Mama Eza tidak hanya di wilayah Jabodetabek, tapi ada juga dari Jawa Tengah, Banten dan beberapa daerah lain. Mama Eza mengakui sejaka Covid-19, pemesanan rendang menurun termasuk pemasaran melalui jalur online sekalipun. ”Selama ini yang banyak dipesan adalah rendang dalam bentuk kemasan, karena sudah ada legalitas dan hak patennya,” katanya.

Investasi awal Mama Eza membuat bisnis rendang ini sebesar Rp 5 juta, dan bebepara waktu lalu dapat bantuan berupa BLT UMKM sebesar Rp 2,4 juta.

INFO PRODUK:
Nama/brand produk: Rendang Taragak TheTungku Kayu Bakar Dapur Mama Eza
Jenis produk: Aneka Rendang Kemasan dan Aneka Sambal Botolan
Nama pemilik: Murzalina alias Mama Eza
Untuk pemesanan: 087877418464
Alamat: Perumahan Griya Melati Mas, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok.

Rubrik UMKM ini merupakan kerjasama Umkm Bagus dengan depokrayanews.com

1

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed