by

Perut Buncit Ternyata Lebih Berbahaya dari Obesitas Biasa, Nah Lho

Lingkar perut yang normal adalah kurang dari 90 cm untuk laki-laki, sementara untuk perempuan adalah 80 cm.

DEPOKRAYANEWS.COM- Perut buncit dan obesitas sama-sama disebabkan oleh penimbunan lemak dalam tubuh. Namun bedanya, lemak pada perut buncit terfokus pada perut, sementara lemak pada obesitas dapat menyebar ke seluruh tubuh.

Kebanyakan orang mungkin mengira bahwa perut buncit adalah masalah sepele dan tidak membahayakan. Jangan salah, para ahli menyebutkan bahwa bahaya perut buncit justru lebih besar daripada obesitas atau kegemukan. Kok bisa?

Cara mengukur perut buncit atau tidak
Obesitas adalah kondisi yang disebabkan oleh kelebihan akumulasi lemak pada tubuh yang tidak seimbang dengan tinggi badan. Untuk mengukur tubuh obesitas atau tidak, hal ini dapat dilihat dari nilai indeks massa tubuh (IMT) dengan cara membagi berat badan (dalam kilogram) dengan tinggi badan kuadrat (dalam m2).

Seseorang dikatakan mengalami kegemukan atau obesitas jika IMT lebih dari 27.0 kg /m2. Pengukuran ini sangat bergantung pada tinggi badan individu serta tidak dapat membedakan antara massa otot dengan massa lemak tubuh.

Sedangkan perut buncit atau obesitas sentral adalah penumpukan lemak di sekitar abdominal (perut). Perut yang buncit atau tidak diketahui dengan cara mengukur lingkar perut. Dengan bantuan pita meter, lingkarkan di sekeliling perut tepatnya di tenagh-tengah antara bawah ruas tulang rusuk terakhir dan di atas pusar.

Lingkar perut yang normal adalah kurang dari 90 cm untuk laki-laki, sementara untuk perempuan adalah 80 cm. Obesitas sentral juga dapat diukur dari rasio lingkar perut dan lingkar tulang panggul. Jika ukuran lingkar perut lebih besar dari tulang panggul, maka dapat dipastikan bahwa orang tersebut mengalami obesitas sentral alias perut buncit.

Tidak semua penderita obesitas sudah pasti memiliki perut buncit atau obesitas sentral. Bisa saja orang tersebut memiliki berat badan berlebih karena penumpukan lemak terjadi di bagian tubuh lain, tapi tidak di sekitar perut. Begitu juga sebaliknya, ada orang yang memiliki perut buncit karena lemaknya hanya tertimbun di sekitar perutnya.

Apa penyebab perut buncit?
Obesitas biasa maupun obesitas sentral (perut buncit) sama-sama disebabkan oleh timbunan lemak. Hal ini biasanya karena terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, kolesterol, dan lemak serta tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup.

Khusus untuk perut buncit atau obesitas sentral, kondisi ini juga sering disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi alkohol. Perut buncit akibat kebanyakan minum alkohol disebut juga dengan beer belly atau perut bir.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa orang yang sering minum alkohol berisiko 1,8 kali lebih besar terkena obesitas sentral dibandingkan dengan yang tidak minum alkohol. Pasalnya, konsumsi alkohol dapat meningkatkan asupan gula yang tidak diperlukan tubuh, sehingga pada akhirnya menumpuk di perut.

Kelebihan berat badan alias obesitas telah lama diketahui dapat mengundang berbagai penyakit degeneratif. Pasalnya, berat badan berlebih dapat menyebabkan tekanan darah tidak seimbang, mengganggu sekresi insulin, hingga mengacaukan kadar kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL).

Kondisi ini memang tidak memberikan gejala secara langsung. Justru ini yang harus diperhatikan dan diwaspadai, sebab bahaya obesitas pada tubuh dapat semakin berbahaya seiring berjalannya waktu.Lain dengan obesitas biasa, bahaya perut buncit alias obesitas sentral cenderung lebih cepat di alami.

Berikut ini alasan kenapa bahaya perut buncit lebih besar daripada obesitas biasa, antara lain:

1. Risiko kematian lebih tinggi
Faktanya, risiko kematian akibat perut buncit lebih tinggi daripada obesitas biasa. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengalami obesitas tapi perutnya tidak buncit memiliki risiko kematian yang lebih rendah.

2. Perut buncit berbahaya meskipun IMT normal
Obesitas yang ditandai dengan IMT besar memang berisiko mengundang berbagai penyakit degeneratif. Namun, jangan salah. Bahaya perut buncit nyatanya lebih besar, bahkan berisiko memicu kematian dini meskipun IMT-nya normal.

3. Meningkatkan risiko penyakit
Penimbunan lemak yang terjadi di dekat organ vital tubuh, dalam hal ini di sekitar perut, dapat memicu terjadinya inflamasi atau peradangan pada organ bagian dalam.Tidak hanya penyakit degeneratif, timbunan lemak di sekitar perut juga dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi dan kanker. (honestdocs)

1

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed