Pilkada Depok: Pradi Anggap Rama Pratama Lawan Berat, Bukan Idris atau IBH

Sebarkan :

 

Pradi Supriatna

Depokrayanews.com- Bakal Calon Walikota Depok, Pradi Supriatna menggelar diskusi dengan puluhan wartawan yang tergabung dalam Depok Media Center (DMC) di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Rabu 8 Juli 2020.

Banyak hal yang dibahas, mulai dari proses pencalonan, peta politik dan konsep pembangunan yang hendak dijalankannya kelak ketika terpilih sebagai Walikota Depok periode 2021-2025 mendatang.

Ketua DPC Partai Gerinda Kota Depok itu menyebut kondisi saat ini masih dalam tahap menyamakan persepsi atau pandangan dan membangun komunikasi antar pimpinan partai politik.

Koalisi dari bawah yang dibangun DPC Gerindra Kota Depok dengan DPC PDI Perjuangan, kata Pradi sudah masuk pada tahapan persiapan tim pemenangan. Bahkan koalisi ini sudah menunjuk Nuroji, anggota DPR RI dari Gerindra sebagai ketua tim pemenangan.

“Kami ibaratnya sudah berada di jalan tol, bukan lagi mencari kendaraan,” kata Pradi yang kini masih menjadi Wakil Walikota Depok, mendampingi Mohammad Idris.

Ketika ditanya soal lawan terberat yang bakal dihadapi pada Pilkada Depok yang akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang, Pradi malah tidak menganggap petahana Mohammad Idris ataupun calon jagoan dari PKS, Imam Budi Hartono (IBH) sebagai lawan yang berat.

Menurut Pradi, setelah menjadi wakil walikota, dirinya sudah memahami plus minusnya Mohammad Idris. Begitu juga dengan IBH yang dianggap Pradi sebagai sahabatnya.

“Keduanya punya kans untuk direkomendasi sebagai calon walikota. Yang berat itu bukan keduanya. Lawan yang berat adalah yang belum kelihatan ke permukaan,” kata Pradi.

Pradi kemudian menyebut nama Rama Pratama sebagai salah satu yang cukup berat. Rama adalah aktivits 1998 dan pernah menjadi anggota DPR RI. ”Tapi, saya belum tahu kemampuannya, karena dia belum pernah memimpin,” kata Pradi kemudian.

Rama Pratama adalah satu dari dua nama bakal calon walikota yang sudah masuk ke DPP PDI Perjuangan. Rama masuk lewat jalur DPP PDI Perjuangan, sedangkan nama satu lagi yakni Afifah Alia masuk dari DPC PDI Perjuangan Kota Depok. Kedua bakal calon itu sama-sama masih menunggu rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan.

Rama, alumni fakultas ekonomi Universitas Indonesia (UI) kini menjadi konsultan di beberapa lembaga pemerintah dan swasta setelah tidak lagi menjadi anggota DPR RI dari PKS. Rama sudah 30 tahun tinggal di Depok dan mengaku sangat memahami kondisi dan problematika yang dihadapi Kota Depok.

”Saya belum mau banyak bicara dulu soal konsep ke depan, karena saya masih fokus menunggu rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan. Kalau rekomendasi untuk nama saya sudah keluar, saya akan bicara banyak soal konsep pembangunan Kota Depok ke depan, termasuk soal ekonomi dan pembangunan,” kata Rama kepada depokrayanews.com.

Sedangkan Afifah Alia adalah seorang pengusaha properti ternama di Kota Depok. Sepak terjangnya selama ini oleh banyak pihak dianggap belum pernah terdengar dan kelihatan. Ketika pandemi covid-19 merebak di Kota Depok, Afifah beberapa kali turun ke masyarakat membangikan sembako dan masker.

Setelah digadang-gadang DPC PDI Perjuangan untuk maju sebagai Calon Wakil Walikota Depok, baliho Afifah bertebaran di sejumlah jalan utama di Kota Depok. (ril)


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Jelang Pilkada, ASN Depok Jangan Berpolitik Praktis

Depokrayanews.com- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) untuk tidak ikut-ikutan berpolitik ...