by

PNJ Targetkan Bisa Menjadi Politeknik Kelas Asia

Depokrayanews.com- Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) mewisuda 2.173 orang mahasiswanya secara hybrid atau perpaduan antara yang hadir dengan yang tidak hadir dengan tetap menjaga protokol kesehatan di Trans Studio Cibubur, Kota Depok, Sabtu 24 Oktober 2020.

“Meski dalam kondisi pandemi Covid-19, Wisuda tahun ini dilaksanakan dengan cara hybrid (perpaduan), baik hadir langsung maupun tidak langsung (on line), ” kata Direktur Politeknik Negeri Jakarta, Zainal Nur Arifin di Trans Studio Cibubur.

Zainal menyebut dari 2.173 orang mahasiswa yang diwisuda itu terdiri dari 1.064 wisudawan dan 1.109 wisudawati.

Secara rinci disebut jumlah wisudawan/wisudawati masing-masing jurusan Magister Terapan Teknik Elektro 14, Teknik Sipil 228, Teknik Mesin 287, Teknik Elektro 414, Teknik Grafika dan Penerbitan 347, Akuntansi 327, Administrasi Bisnis 219, Teknik Informatika dan Komputer 236, Program Studi Manajemen Pemasaran WNBK 27, PDD AKN Kota Pekalongan 37, dan PDD AKN Kabupaten Demak 37 mahasiswa.

Yang diwisuda itu termasuk 257 orang hasil program kerja sama Politeknik Negeri Jakarta dengan industri dan perguruan tinggi, yakni kerja sama dengan PT Badak LNG, PT Solusi Bangun Indonesia, PT PLN, PT Garuda Maintenance Facility Aero. Sejak tahun 1984 hingga tahun 2020 tercatat 3.216 lulusan program kerja sama.

Menurut Zainal, hingga 24 Oktober 2020 PNJ telah meluluskan 38.107 orang, terdiri dari 24.159 lulusan bidang rekayasa dan 13.948 lulusan bidang tata niaga.

“Dengan penuh kebanggaan, kami menyampaikan pula tercatat 677 orang atau 31 persen dengan predikat cum laude. Selamat kepada kalian dengan prestasi gemilang. Semoga kalian selalu sukses dan terus menjadi bintang,” kata Zainal.

Menurut Zainal menyebut target PNJ bisa menjadi politeknik kelas Asia. Untuk mewujudkan itu, PNJ menetapkan
indikator capaianm, antara lain lulusan PNJ yang bermutu dan berdaya saing di tingkat asia, akreditasi internasional, dan reputasi internasional.

“Dalam rangka menjadi politeknik unggul dan melaksanakan kebijakan Kampus Merdeka itulah, Politeknik Negeri Jakarta pada saat ini sedang menyiapkan Kurikulum Kampus Merdeka, ” kata Zainal.

Ia menambahkan, sejumlah 36 program studi, pada September sampai November 2020 ini, dijadwalkan melaksanakan workshop-workshop dalam rangka menghasilkan dokumen Kurikulum Berbasis Kampus Merdeka.

Konsep teaching industry yang telah dijalankan mencakup, penerapan magang/PKL di industri, ( teaching industry berbasis pemenuhan kebutuhan SDM pihak industri, teaching industry berbasis pelayanan kepada pihak industri, dan teaching industry berbasis bisnis/komersial.

“Kami meyakini kebijakan Kampus Merdeka dan teaching industry akan melahirkan tunas bangsa kompeten, berkarakter, dan berdaya saing internasional yang mampu mengisi kebutuhan industri serta memberi solusi terhadap permasalahan masyarakat, bangsa, dan negara, ” kata dia. (ril)

1

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed