by

Profil Muhammad Mardiono, Plt Ketua Umum PPP Pengganti Suharso Monoarfa, Kekayaanya Capai Rp 1,2 Triliun

DEPOKRAYANEWS.COM- Nama Muhammad Mardiono tiba-tiba menjadi bahan sorotan banyak pihak setelah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ) menggantikan Suharso Monoarfa yang diberhentikan oleh Majelis PPP.

Sebelumnya, Majelis PPP telah dua kali mengirimkan surat kepada Suharso dan memintanya mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PPP. Namun, Suharso tidak kunjung menanggapi surat tersebut.

Selain itu, ada pula rentetan aksi yang meminta Suharso mundur dari jabatannya, antara lain dari para santri, kader PPP, hingga para pecinta kiai. Aksi tersebut merupakan buntut dari ucapan Suharso terkait “amplop kiai” dan hal lain yang dinilai tidak sesuai dengan AD/ART PPP.

PPP kemudian menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP di Serang, Banten yang berakhir Senin 5 September 2022 dinihari. Keputusannya, pertama secara resmi memberhentikan Suharso Monoarfa sebagai Ketua Umum PPP. Kedua, menetapkan Muhamad Mardiono sebagai Plt Ketum PPP.

“Keputusan ini diambil atas usulan berbagai pihak,” kata Ketua Majelis Syariah PPP, KH Mustofa Aqil Siraj.

Mardiono menerima amanah menjadi Plt Ketum PPP tersebut. Dia berjanji bekerja keras agar PPP bangkit di Pemilu 2024. “Saya menerima amanah yang diputuskan dalam rapat pengurus harian untuk mengisi jabatan Plt Ketua Umum PPP. Atas dukungan dan doa para kiai yang ada di Majelis ini. Bismillah saya akan bekerja keras agar PPP bisa bangkit di Pemilu 2024,” ujar Mardiono usai Rakernas di Ballroom Swiss-Belinn, Serang, Banten, Senin 5 September 2022.

Berikut sekilas profil Muhamad Mardiono yang belum banyak orang mengetahuinya:

Muhammad Mardiono bukanlah sosok asing di dunia politik Indonesia. Pria kelahiran Yogyakarta, 11 Juli 1957 itu merupakan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) sejak 13 Desember 2019. Mardiono termasuk politikus senior di PPP.

Politikus sekaligus pengusaha itu pernah menjabat sebagai Ketua DPW PPP Provinsi Banten dan Wakil Ketua Umum DPP PPP. Sebagai seorang pengusaha, Mardiono awalnya menggeluti bisnis di bidang jasa logistik. Ia kemudian mendirikan PT Buana Centra Swakarsa (BCS).

Dari usaha itu kemudian ia merambah berbagai sektor bisnis lain dengan mendirikan sejumlah perusahaan. Antara lain, PT Cipta Niaga Internasional, PT Serang Asri Hotel, PT Bahari Caraka Sarana, PT BPR Syariah Muamalah Cilegon, Serang, dan Tangerang, PT Albantani Cipta Niaga, dan PT Walle Jasa Pratama.

Selain menjalankan usahanya, Mardiono juga aktif di organisasi Kamar Dagang dan Industri (KADIN). Dia pernah menjabat Ketua KADIN Provinsi Banten Bidang Industri dan Perdagangan (2002-2007) dan Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Provinsi Banten (2007-2012 dan 2012-2017.

Sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) sejak 13 Desember 2019, Mardiono diwajibkan menyampaikan laporan kekayaannya. Dari lama resmi elhkpn.kpk.go.id kelihatan kalau Mardiono memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 1.270.883.511.147 atau Rp 1,2 triliun.

Harta itu terakhir dilaporkan Mardiono ke KPK pada 30 Maret 2022 untuk periodik 2021. Harta tersebut antara lain berupa 179 tanah dan bangunan senilai Rp 676 miliar. Kemudian, 11 mobil dan 5 motor senilai Rp 7,7 miliar.

Tak hanya itu, Mardiono juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 1,1 miliar. Lalu, surat berharga Rp 704 miliar. Lantas, kas dan setara kas Rp 6,6 miliar. Terakhir, Mardiono mempunyai harta lainnya dengan jumlah Rp 23 miliar.

Mardiono juga tercatat memiliki utang senilai Rp 149 miliar. Dengan demikian, seluruh harta kekayaan Mardiono berjumlah Rp 1,2 triliun. (mad/and)

1

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed