by

Putri Chandrawati Datangi Mako Brimob, Tapi Belum Diizinkan Bertemu Ferdy Sambo

“Saya Putri, bersama anak-anak saya mempercayai dan tulus mencintai suami saya. Saya ikhlas memaafkan segala perbuatan yang kami dan keluarga alami,”

DEPOKRAYANEWS.COM- Lama tidak muncul ke publik dengan alasan masih mengalami trauma berat, tiba-tiba Putri Chandrawati, istri Irjen Ferdy Sambo muncul ke publik. Hari ini, Minggu 7 Agustus 2022, Putri Chandrawati beserta putri dan penasehat hukum keluarga Ferdy Sambo mendatangi Mako Brimob Kelapa Dua Depok.

Putri datang untuk menjeguk suaminya, Irjen Ferdy Sambo yang diamankan di Mako Brimob sejak Sabtu 6 Agustus 2022. Inspektorat Khusus (Itsus) Polri tidak menggunakan istilah penahanan terhadap Irjen Ferdy Sambo, tapi penempatan khusus.

Namun Putri belum bisa bertemu dengan suaminya, karena pihak keluarga belum diberikan izin bertemu langsung dengan Ferdy Sambo.

Sambil menangis Putri Chandrawati mengatakan, dirinya sudah memaafkan apa yang terjadi pada keluarganya.

“Saya Putri, bersama anak-anak saya mempercayai dan tulus mencintai suami saya. Saya mohon doa agar kami sekeluarga cepat menjalani masa yang sulit ini. Dan saya ikhlas memaafkan segala perbuatan yang kami dan keluarga alami.” kata Putri Chandrawati.

Seperti diberitakan, Irjen Ferdy Sambo ditempatkan secara khusus di Mako Brimob selama 30 hari terkait pemeriksaan dugaan pelanggaran etik yang diduga dilakukan Ferdy Sambo.

“Tiga puluh hari ke depan info dari itsus,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan.

Dedi sebelumnya menyampaikan Sambo diduga melakukan pelanggaran kode etik terkait masalah ketidakprofesionalan dalam olah TKP kasus Brigadir J.

“Irjen FS diduga melakukan pelanggaran terkait menyangkut masalah ketidakprofesionalan di dalam olah TKP. Oleh karenanya, pada malam hari ini yang bersangkutan langsung ditempatkan di tempat khusus yaitu di Korps Brimob Polri,” kata Dedi Prasetyo.

Maksud tidak profesionalnya FS adalah berkaitan dengan TKP kematian Brigadir J. Dedi mencontohkan perihal CCTV yang disorot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“(Ketidakprofesionalan) dalam pelaksanaan olah TKP seperti Pak Kapolri sampaikan, terjadi misalnya pengambilan CCTV dan lain sebagainya,” kata Dedi. (ris)

1

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed