by

Ratu Tisha, Tokoh Kunci Tuan Rumah Piala Dunia U20 2021

Ratu Tisha Destria mundur dari Sekjen PSSI.

Depokrayanews.com- Ratu Tisha secara mengejutkan mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal PSSI, pada Senin 13 April 2020.

Keputusan mengundurkan diri tersebut disampaikan langsung oleh yang bersangkutan lewat akun Instagram pribadinya, @ratu.tisha:

Perempuan yang memiliki nama lengkap ‘Ratu Tisha Destaria’ tersebut telah menjabat sebagai Sekjen PSSI sejak 17 Juli 2017. Ia terpilih menjadi Sekjen PSSI pada era kepemimpinan Edy Rahmayadi.

Nama Ratu Tisha bahkan dinobatkan sebagai Sekjen PSSI perempuan pertama sekaligus termuda dalam sejarah. Selain itu, Ratu Tisha dinilai sebagai sosok kunci Indonesia dinobatkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia U20 2021 mendatang.

Ratu Tisha lahir di Jakarta pada 30 Desember 1985. Ratu Tisha lahir dari pasangan Tubagus Adhe dan Venia Maharani dan menghabiskan masa kecil hingga remajanya di Jakarta.

Saat masih duduk di bangku SMA, Ratu Tisha sudah aktif di tim bola sekolahnya dengan menjadi manajer bagi timnya.

Berkat campur tangannya, tim bola sekolah Ratu Tisha berhasil meraih juara di beberapa turnamen.

Sebagai siswa berprestasi, Ratu Tisha juga pernah mendapat kesempatan untuk mengikuti program pertukaran pelajar antar budaya negara AFS di Leipzig, Jerman.

Setelah lulus SMA, Ratu Tisha melanjutkan pendidikan strata satunya di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan mengambil jurusan matematika.

Ratu Tisha yang dikenal sebagai Sekretaris Jenderal Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Sekjen PSSI) memang sudah menggemari dunia sepak bola sejak masih duduk di bangku sekolah.

Pada masa remajanya, Ratu Tisha sering kali menjadi manajer tim bola di sekolahnya. Setelah duduk di bangku kuliah, Ratu Tisha bergabung dalam Persatuan Sepak Bola ITB (PS ITB).

Dalam tim tersebut Ratu Tisha menjadi bagian dari tim manajerial di bawah Liga Mahasiswa Jawa Barat dan Persib.

Ratu Tisha menyelesaikan pendidikan S1-nya pada 2008. Setelah itu, Ratu Tisha mendapat tawaran untuk bekerja di sebuah perusahaan perminyakan Schlumberger.

Di tahun yang sama, Ratu Tisha juga mendirikan LabBola, yaitu sebuah usaha yang bergerak dalam bidang penyedia data analisis di dunia olahraga.

Pada 2013, Ratu Tisha melanjutkan pendidikannya di federasi sepak bola dunia, FIFA.

Ratu Tisha menjadi salah satu dari 28 orang dan menjadi satu-satunya orang Indonesia yang berhasil mendapatkan beasiswa FIFA. Saat itu, pendaftar pendidikan tersebut ada sebanyak 6400 peserta yang berasal dari penjuru dunia.

Ratu Tisha mengambil beberapa bidang studi seperti Sport Humanity, Manajemen Olahraga, dan Hukum Olahraga.

Setelah menghabiskan satu setengah tahun pendidikan, Ratu Tisha berhasil lolos dengan posisi peringkat 7 dari 28 peserta.

Pada 2017, Ratu Tisha mengajukan diri menjadi salah satu calon sekjen PSSI saat Edy Rahmayadi terpilih sebagai Ketua Umum PSSI periode 2016-2020.

Ratu Tisha berhasil terpilih untuk menjadi Sekjen PSSI setelah mengikuti fit and proper test, atau tes uji kelayakan dan kepatutan. Hal ini juga menjadikan Ratu Tisha sebagai perempuan pertama yang menjadi sekjen PSSI.

Ratu Tisha berhasil menyingkirkan 29 kandidat lainnya menggantikan Ade Wellington yang sebelumnya mundur dari jabatan tersebut.

Prestasi Terbesar Ratu Tisha di PSSI

Banyak orang yang tentu mengingat bahwa salah satu tokoh kunci dibalik keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 2021 adalah Ratu Tisha.

FIFA secara resmi telah menetapkan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggara Piala Dunia U20 2021, pada Kamis 24 Oktober 2019.

Dalam bidding tuan rumah Piala Dunia U-20 2021, Indonesia berhasil menyisihkan Brasil dan Peru yang juga mengajukan diri.

Sekjen PSSI, Ratu Tisha, datang langsung ke Shanghai untuk melakukan presentasi. Hasil presentasi PSSI tentang sepak bola Indonesia yang dibawakan Ratu Tisha mengundang decak kagum bagi FIFA.

Setelah presentasi, FIFA akhirnya mengumumkan Indonesia berhak menjadi tuan rumah event sepak bola yunior terbesar di dunia tersebut.

Berikut ini pernyataan pengunduran diri Ratu Tisha sebagai Sekretaris Jenderal PSSI:

“Dear Friends” sapa Ratu Tisha.

“⁣Dear friends, Hari ini Senin, 13 April 2020, melalui surat, saya telah resmi mengundurkan diri dari posisi Sekretaris Jenderal PSSI”.

“Saya bersyukur pernah meraih kesempatan bekerja untuk melayani Anggota PSSI, pemain, pelatih, wasit, match commissioner, instruktur, dan para pecinta sepakbola sejak 17 Juli 2017”.

“Bersama-sama kita telah memeriahkan kursus kepelatihan dan perwasitan di berbagai provinsi, memutar rantai Amatir dan Elit Usia Muda”.

“Membangun kerjasama dengan federasi kelas dunia, menghidupkan lini usaha kreatif, mengibarkan kembali sepakbola putri, dan puncaknya adalah terpilihnya Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20,”.

“Sebuah kebanggaan yang tidak dapat terwujud tanpa dukungan Pengurus & Anggota PSSI, Pemerintah, dan stakeholder sepakbola, termasuk kamu; setiap individu yang sedang mendengarkan pesan ini,”.

“Jangan pernah berhenti untuk mendukung sepakbola Indonesia,”.

“Yakin selalu ada harapan bagi yang berdoa, selalu ada waktu yang tepat bagi yang bersabar & selalu ada jalan bagi yg tidak pernah lelah berusaha,”.

“Pada suatu kesempatan dengan para sahabat, saya pernah berkata hati saya, kalau dibelah, isinya hanya sepakbola”.

“I have loved you for a thousand years, and I will love you for a thousand more Because we love football,” pungkasnya.

Sumber: Tribunnews

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed