Saibun Sinaga, Ayah Reynhard Ternyata Buronan di Riau

Sebarkan :

 

Keluarga Reynhard Sinaga.

DepokRayanews.com- Terkuaknya kasus predator internasional, Reynhard Sinaga ternyata membuka tapir kasus lain yang melibatkan keluarga kaya raya di Kota Depok ini. Saibun Sinaga, orangtua Reynhard ternyata masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Provinsi Riau.

Saibun Sinaga, pemilik PT Ronatama, perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau diduga terlibat dalam kasus perambahan hutan produksi terbatas (HPT). RONATAMA Graha & Convention Hall di Jalan Dahlia No.16, Depok, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok yang diresmikan Walikota Depok, Mohammad Idris pada September 2019 lalu diduga juga milik Saibun Sinaga.

Pihak DLH Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sampai saat ini belum berhasil mendatangkan Saibun Sinaga ke Riau.
Saibun mestinya diperiksa terkait dugaan tindak pidana perambahan kawasan hutan yang dilakukan perusahaan miliknya di wilayah Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Hal ini dipastikan setelah konfirmasi yang dilakukan dengan Agus, PPNS DLH Provinsi Riau. Menurut Agus, Saibun Sinaga hingga kini masih berstatus DPO atau buronan.

Namun menurutnya, berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Rengat atas perkara pidana berupa perambahan HPT yang diduga dilakukan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit itu tidak dijelaskan untuk menindak lanjuti pemeriksaan Saibun selaku pemilik perusahaan.

“Sampai sekarang Saibun Sinaga masih berstatus DPO atau buronan. Putusan PN juga tidak menjelaskan untuk mendindaklanjuti pemeriksaan Saibun Sinaga,” ujar Agus seperti dikutip dari Tribunpekanbaru.com.

Pada perkara pidana perambahan kawasan HPT yang dilakukan oleh PT Ronatama, penyidik DLH Provinsi Riau menetapkan Saibun Sinaga sebagai tersangka.

Kemudian pada tanggal 20 Februari 2019 lalu, Saibun Sinaga divonis oleh majelis hakim PN Rengat dengan hukuman 3 tahun 8 bulan penjara. Atas putusan itu, Saibun Sinaga sempat menyatakan banding. “Informasinya putusan banding memperkuat putusan sebelumnya,” kata Agus.

Selain itu, PN Rengat juga menetapkan sejumlah barang bukti yang diamankan oleh penyidik dirampas untuk negara diantaranya, satu unit komputer excavator Hitachi, satu unit amper minyak excavator, satu unit kunci kontak excavator, satu unit CPU controler excavator, dan dua unit ekscavator merk Hitachi.

Berdasarkan fakta persidangan juga diketahui, bahwa status kawasan yang digarap oleh PT Ronatama merupakan Hutan Produksi Terbatas Sungai Keritang, Sungai Gansal. Selain itu, PT Ronatama juga telah terbukti menggarap kawasan HPT tanpa izin menteri. (ris)


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

KPK Tahan Mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin

Depokrayanews.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Bupati Bogor, Rahmat Yasin usai diperiksa sebagai tersangka ...