by

Sehari Setelah Disapu Bersih, Puluhan Spanduk Melintang Lagi di Jalan Raya Sawangan

Puluhan spanduk muncul lagi di sepanjang Jalan Raya Sawangan sehari setelah disapu bersih Satpol PP.
Puluhan spanduk muncul lagi di sepanjang Jalan Raya Sawangan sehari setelah disapu bersih Satpol PP.

DepokRayanews.com- Sehari setelah disapu bersih oleh tim khusus Satpol PP Pemkot Depok, puluhan spanduk tampak melintang lagi di sepanjang Jalan Raya Sawangan, Kamis (15/3/2018) pagi ini.

Padahal menurut pantauan depokrayanews.com, usai disapu bersih Rabu (14/3/2018) oleh Satpol PP,Jalan Raya Sawangan bebas dari spanduk yang melintang di Jalan.

Sepanjang jalan yang terkenal sebagai jalur “neraka” karena macetnya sangat parah itu sampai Rabu malam tampak bersih. Tidak satupun ada spanduk yang melintang di jalan. Yang ada, spanduk yang dipasang di kiri kanan jalan, seperti di pagar, atau dinding bangunan. Kemudian di tiang-tiang listrik.

Tapi Kamis pagi ini suasananya berubah lagi. Puluhan spanduk melintang lagi mulai dari Sawangan Permai sampai ke depan SPBU dekat Rumah Sakit Bhakti Yudha.

Beberapa spanduk perusahaan atau lembaga yang ditertibkan Rabu kemarin, tampak terpasang lagi di kanan kiri jalan.

“Spanduk ini tadi malam mereka pasang pak,” kata Tono,. seorang pedagang warung rokok di Jalan Raya Sawangan.

Selain melintang jalan ratusan spanduk juga dipasang di kanan kiri Jalan Raya Sawangan sehingga tampak kumuh.
Selain melintang jalan ratusan spanduk juga dipasang di kanan kiri Jalan Raya Sawangan sehingga tampak kumuh.

Tono megetahui kalau spanduk-spanduk itu diturunlan oleh Satpol PP pada hari Rabu kemarin.

Menurut Tono, main kucing-kucingan antara perusahaan pemasang spanduk dengan tim Tramtib sudah lama terjadi. Tono menyebut pihak Tramtib atau Satpol PP sepertinya yang mengalah.

“Petugas Tramtib atau Satpol PP tidak konsisten menegakan aturan. Hari ini ditertibkan, besok ketika spanduk muncul lagi, dibiarkan saja, tidak ditindak. Pola seperti ini sudah dibaca oleh perusahaan pemilik spanduk, makanya main kucing-kucingan itu akan selalu terjadi,” kata Tono yang mengaku membuka warung rokok setelah kena PHK oleh perusahaan tempat dia bekerja hampir 10 tahun.

Menurut Tono, dari pada main kucing-kucingan, Pemkot Depok memanggil perusaaan pemilik spanduk.

Kepala Satpol PP Kota Depok Yayan Ariyanto berjanji akan menurunkab spanduk-spanduk liar, yang tidak berizin. “Mereka nyolong-nyolong pasang spanduk untuk menghindari retribusi,” kata Yayan. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *