by

Sejak Januari Sudah 66 Terduga Teroris Ditangkap Tim Densus 88

Tim Densus 88

DepokRayanews.com- Sejak Januari hingga pertengahan Mei, Tim Detasemen Khusus Antiteror 88 Mabes Polri telah menangkap 68 terduga teroris di berbagai wilayah di Indonesia. Dari jumlah itu, 7 orang meninggal ditembak karena melakukan perlawanan dan 1 orang tewas meledakan diri saat penangkapn di Sibolga, Sumatera Utara.

Para tersangka yang diringkus memiliki tujuan tersendiri pada tanggal 22 Mei 2019. Mereka, akan memanfaatkan momen pengumuman hasil Pemilu 2019 untuk melancarkan aksi teror. “Kelompok ini akan memanfaatkan momentum demokrasi karena bagi kelompok ini, demokrasi adalah paham yang tidak sealiran dengan mereka dan ini adalah target mereka untuk melancarkan aksinya,” Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Inspektur Jenderal Polisi Muhammad Iqbal di Humas Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (18/5/2019)

Para tersangka tersebut, kata Iqbal, terafiliasi dengan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daullah (JAD) di Indonesia. Iqbal pun merinci ihwal penagkapan yang dilakukan pada bulan Mei 2019, yaitu sebanyak 29 tersangka.
Sebanyak 18 tersangka ditangkap di wilayah Jakarta, Bekasi, Karawang, Nganjuk, dan Bitung. Polisi pun mengamankan lima bom rakit, bahan kimia TATP, empat pisau, dan dua busur panah.

“Barang bukti dari tersangka yang ditangkap di beberapa lokasi yang saya sebutkan di 5 buah bom rakitan ini bomnya. Ini pospot merah ini victim sumbu ini kalau teman-teman media ini merupakan botol biang parfum yang terbuat dari alumunium. Kita temukan di beberapa TKP dan empat buah pistol dan dua buah busur panah dan semua barang bukti sudah saya sampaikan,” kata Iqbal.

Sementara, 11 lainnya juga ditangkap disejumlah wilayah, diantaranya Jakarta, Gerobogan, Sukoharjo, Sragen, Kudus, Semarang, Jepara, dan Madiun. Iqbal menerangkan, 9 dari 11 tersangka yang diringkus merupakan anggota aktif JAD dan pernah mengikuti pelatihan.

“Dari 11 tersangka, 9 tersangka anggota aktif JAD-organisasi terorisme dan juga mengikuti pelatihan paramiliter di dalam negeri dan berangkat ke Suriah. Kemudian, dua lainnya juga merupakan deportan yang sempat hijrah ke Suriah dan belajar membuat bom di Camp Aleppo Suriah,” kata Iqbal. (and)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed