by

Tokoh FPI Tidak Dukung Deklarasi Anies Baswedan Capres NasDem

DEPOKRAYANEWS.COM- Tokoh Front Pembela Islam (FPI) dan Koordinator Humas Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin menyatakan tidak mendukung deklarasi calon presiden (capres) Partai NasDem, Anies Baswedan.

“Kami tidak mendukung deklarasi NasDem, takut memecah belah ummat,” kata Novel Bamukmin yang juga Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), lewat keterangan tertulisnya, seperti dikutip dari Republika, Rabu 5 Oktober 2022.

Novel menyebut ia pernah melaporkan kader NasDem yaitu Viktor Laiskodat (kini Gubernur NTT) dengan dugaan penistaan terhadap agama Islam. “Kami dari Spirit 212 sampai dua kali mendemo Mabes Polri dan DPP Partai NasDem terkait masalah ini,” kata dia.

Alasannya tidak mendukung deklarasi capres tersebut karena curiga NasDem diduga menjalin kerja sama dengan Partai Komunis Cina. Termasuk, jaringan medianya karena selalu memframing berita berita FPI dengan hal anarkis berulang-ulang.

Yang bikin kesal, kata dia, adalah pemenjaraan 7 orang para petinggi FPI termasuk Habib Rizieq Syihab dalam perkara Perayaan Maulid dan kasus RS UMI. Novel juga menduga jika Jaksa Agung, yang merupakan kader NasDem ikut terlibat dalam peristiwa pemenjaraan ulama.

“Termasuk Habib Bahar Smith yang sudah beberapa kali tersangkut kriminalisasi.. Juga para ulama yg saat ini bersidang seperti KH Farid Okbah, Zein Annajah dan Hanung Alhamad dan habaib yang lainnya,” ujar Novel.

Karena itu, Novel meminta klarifikasi Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh soal kecurigaan-kecurigaannya itu. Apalagi NasDem tiba-tiba mendeklarasikan Anis Baswedan. “Sehingga patut diduga ada agenda untuk mengadu domba dan memecah belah ummat Islam,” katanya. (mad/rol)

1

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed