by

Tujuh Puskesmas di Depok sudah Mampu PONED

Noerzamanti Lies Karmawati Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok
Noerzamanti Lies Karmawati Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok

Depokrayanews.com- Untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok melakukan penguatan pelayanan kesehatan melalui harmonisasi Puskesmas Mampu Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar (PONED).

“Saat ini tujuh Puskesmas di Depok sudah mampu PONED,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Noerzamanti Lies Karmawati pada acara pembukaan pelatihan Tim Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) di Depok, Senin (1/8/2016).

Tujuh Puskesmas yang Mampu PONED itu adalah Puskesmas Pancoran Mas, Puskesmas Beji, Puskesmas Sukmajaya, Puskesmas Cimanggis, Puskesmas Tapos, Puskesmas Kedaung, serta Puskesmas Bojongsari.

Menurut Liesn penguatan lintas program dan lintas sektor perlu untuk terus ditingkatkan, terutama terkait AKI dan AKB.

Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok itu mengakui fasilitas yang diberikan tujuh Puskesmas itu belum maksimal. Namun, pemanfaatan Puskesmas Mampu PONED dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Dengan angka Bed Occupancy Ratio (BOR), saat ini berkisar antara 40 sampai 50 persen.

Untuk fasilitas tempat tidur di masing-masing Puskesmas, kata Lies, jumlahnya berbeda-beda. Kapasitas tempat tidur di Puskesmas PONED masing-masing adalah lima sampai enam tempat tidur.

“Meskipun masih terbatas, kami akan terus lakukan berbagai upaya agar program penurunan AKI dan AKB di Kota Depok dapat berhasil,” kata Lies (ril)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *