by

Tuti Tidak akan Pernah Lupa Betapa Berjasa Program JKN dalam Hidupnya

DEPOKRAYANEWS.COM – Tidak hanya kasih sayang ibu kepada anak yang sepanjang masa. Begitu juga dengan kasih sayang anak kepada orang tua.

Seperti yang terpancar dari mata Tuti (44) seorang ibu rumah tangga yang dengan tulus menceritakan bagaimana BPJS Kesehatan telah berjasa untuk dirinya dan ayahnya.

Entah kalimat apa yang tepat untuk bisa menggambarkan rasa terima kasihnya atas kehadiran Program JKN di tengah masyarakat Indonesia.

“Saya ke sini dengan tujuan menonaktifkan kepesertaan bapak saya. Beliau meninggal pada September lalu setelah menjalani operasi jantung bocor,” kata Tuti.

Sebelumnya ayah Tuti sempat dirawat selama delapan hari di Rumah Sakit R Syamsudin Sukabumi. Namun setelah menjalani operasi ayahnya sudah tidak sadarkan diri.

” Sebelum menjalani operasi pun kami sudah rutin antar bapak untuk cuci darah, karena beliau sudah termasuk komplikasi mulai dari ginjal hingga jantungnya,” kata Tuti.

Kisah pilu sang ayah memang cukup membuat Tuti sempat terpuruk, Tuti mengungkapkan dirinya hancur begitu melihat sang ayah harus melewati masa-masa beratnya melawan segala penyakit yang dideritanya.

Tuti juga bersaksi bahwa pihak rumah sakit sudah memberikan pelayanan yang terbaik untuk ayahnya. Segala upaya yang bisa dilakukan telah dilakukan meskipun pada akhirnya sang ayah meninggal dunia.

Tuti telah ikhlas menerimanya. Terselip perasaan lega karena sang ayah tidak perlu terus menerus merasakan sakitnya.

“Saya percaya segala upaya yang telah dilakukan oleh pihak medis merupakan upaya maksimal yang dapat dilakukan, karena saya melihat langsung hari demi hari proses yang telah dilakukan oleh tim medis ke bapak,” kata dia.

Saat ini sekeluarga sudah ikhlas atas ketetapan-Nya. “Kami juga puas sudah berjuang sedemikian maksimalnya untuk kesembuhan beliau, begitu juga dengan BPJS Kesehatan yang telah berjasa untuk hidup bapak. Segala perawatan dan pengobatan yang dilalui dibantu oleh BPJS Kesehatan tentunya, sehingga kami tidak khawatir sama sekali untuk masalah pembayaran,” jelas Tuti.

Tuti menyampaikan rasa syukurnya karena telah terbantu dengan adanya Program JKN. Segala kekhawatiran masalah pembayaran tidak perlu ia rasakan karena semua dibantu oleh BPJS Kesehatan.

Apalagi pekerjaan sang ayah hanyalah seorang petani, dimana penghasilannya tidak akan cukup kalau harus melakukan pengobatan, perawatan dan operasi yang cukup besar.

Tuti mengaku jika tidak ada program ini, tentu saja dirinya sangat khawatir. Kekhawatiran akan kesembuhan ayahnya dan kekhawatiran terhadap biaya perawatannya.

‘Jika tidak ada program ini, mungkin kami tidak bisa mengupayakan tindakan secara  maksimal untuk ayah,” kata Tuti,

Tuti sangat bersyukur dengan adanya Program JKN, karena program ini sangat berjasa untuk hidupnya. (HT/se)

1

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed