by

Walikota Ungkap Kendala Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Depok

Depokrayanews.com- Walikota Depok, Mohammad Idris, mengakui vaksinasi Covid-19 belum bisa dilaksanakan secara maksimal, karena terbatasnya suplai vaksin Covid-19 ke Kota Depok.

”Depok ini berbatasan langsung dengan Ibukota Negara, Jakarta. Tapi karena Depok bukan masuk wilayah Jakarta, tapi wilayah Jawa Barat, maka vaksin itu dikirim dulu ke Provinsi Jawa Barat di Bandung. Sampai di tingkat provinsi, Gubernur tentu tidak hanya memikirkan Kota Depok, tapi 26 kabupaten kota lain, sehingga vaksin yang masuk itu, dibagi-bagi, sehingga masing-masing daerah menerima dalam jumlah terbatas,” kata Idris usai peresmian sentra vaksinasi Covid-19 drive thru di RSUI Depok, Kamis 25 Maret 2021.

Menurut Idris, pengiriman vaksin tahap pertama lancar, tepat waktu dan tepat sasaran. Bahkan dosis pertama lebih dari 100 persen. Tapi pada pengiriman kedua, ada beberapa masalah sehingga hanya baru 87 persen dari tahap pertama.

“Tahap kedua ada masalah. Pengirimannya masih bertahap, belum semua dikirim, Padahal target kita di tahap 1 dan 2, 242.000 sekian warga Depok sudah divaksinasi,” kata dia.

Sebagai upaya percepatan vaksinasi Covid-19 tahap 2 bagi lansia dan pelayan publik, RS Universitas Indonesia (UI) ditunjuk sebagai sentra vaksinasi untuk lansia di seluruh kecamatan di Depok serta para dosen UI dan Politeknik Negeri Jakarta.

Sentra vaksinasi ini hasil kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan serta XL Axiata dan Indonesia Bangkit. “Makanya kita minta akselerasi percepatan pengiriman vaksinnya. Alhamdulillah kemarin dikirim dari 30.000, kita minta 15.000, sudah terkirim tapi ke RS UI. Kalau yang dikirim ke faskes kita, itu yang sisa kemarin kita habiskan,” kata Idris. (red)

1

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed