by

Wow, 63 Persen Calon Jemaah Haji Indonesia Beresiko Tinggi

Jemaah haji Indonesia
Calon jemaah haji asal Depok berangkat mulai 31 Juli 2017.

Depokrayanews.com- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut sekitar 63 persen calon jamaah haji Indonesia tahun ini beresiko tinggi.

“Jamaah haji yang disebut berisiko tinggi ketika kondisinya bisa membuat tubuhnya menurun atau bisa menganggu orang lain,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Eka Jusup Singka di Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Ia mencontohkan orang yang stres bisa membuat rombongan atau jamaah lain terganggu.

Sementara yang diklasifikasikan berisiko tinggi yaitu dia sakit seperti jantung dan paru-paru yang bisa membuat kondisinya menurun,

Karena itu, kata Eka, panitia haji memberikan gelang dengan warna berbeda kepada setiap calon jemaah haji.

Pertama, jamaah yang menggunakan gelang merah yaitu jamaah lanjut usia yang berumur 60 tahun keatas.

Kedua gelang hijau yaitu orang yang sudah berumur tetapi sehat.

Ketiga gelang kuning yaitu jamaah muda namun rentan sakit.

Untuk mengantisipasi hal ini, pihaknya telah mengirimkan 268 petugas haji termasuk tenaga kesehatan.

Proporsinya, kata dia, satu dokter dan dua perawat yang bisa menangani sampai 450 pasien.

“Selain itu kami juga menyediakan 3.680 jenis obat sebanyak 57 ton. Seluruh obat tersedia baik hipertensi, jantung, vitamin untuk sekitar 221 ribu jamaah,” katanya.

Pihaknya juga menyediakan cairan untuk berjaga jika ada jamaah yang membutuhkan cairan akibat terkena heat stroke atau wabah kolera yang saat ini tengah terjadi di Yaman yang merupakan negara tetangga Arab Saudi.

Namun Eka meminta supaya jamaah utamanya yang berisiko tinggi menjaga pola hidup, kesehatan agar tidak sakit.

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Wiendra Waworuntu mengatakan, ada beberapa penyakit yang harus diwaspadai jamaah selama beribadah. Diantaranya polio, MERS-CoV, hingga meningitis.

Sebelum berangkat ke Tanah Suci, setiap jamaah harus mendapat vaksin seperti meningitis untuk menjegah hal buruk terjadi. Ia meminta baiknya jamaah juga memiliki obat yang dibawa sendiri. (red/rol)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments

  1. Persiapan untuk ke ibadah Haji, memang tidak hanya persoalan dana, melainkan juga persiapan mental dan fisik yang mantap.