by

Ketika Peran Fakultas Kedokteran UI Mendapat Apresiasi Dunia

DEPOKRAYANEWS.COM- Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A merasa bersyukur dua rumah sakit pendidikan bagi Fakultas Kodokteran UI (FKUI) yakni Rumah Sakit Umum Pusat Nasional atau RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dan RS Universitas Indonesia (RSUI), masuk dalam World’s Top Academic Health Centres (AMC) versi Brand Finance tahun 2023.

RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo berada di peringkat ke-36, sedangkan RSUI masuk dalam peringkat 101–250.

‘’Capaian yang diraih FKUI, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, dan RSUI luar biasa dan harus melakukan signaling,’’ kata Ari Kuncoro dalam pidato sambutannya pada Sarasehan Dies Natalis ke-73 FKUI bertema “Bersatu Berkarya untuk Indonesia Sehat” yang digelar FKUI, Jumat 7 Februari 2023.

Melihat daftar ranking internasional, kata Ari, biasanya rumah sakit di urutan atas berpotensi menjadi mitra kolaborasi internasional.

“Di negara lain, itu sudah menjadi sumber devisa dengan adanya pasien dari luar negeri yang tertarik untuk melakukan wisata medik, peneliti dan residensinya bisa dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo ke luar negeri, atau sebaliknya,’’ tambah Ari.

Dikatakan Ari, dalam bidang kesehatan ada istilah kesehatan inklusif, dimana kesehatan adalah ekosistem, mulai dari reseacrh dan development bagaimana mendidik menjadi seorang dokter, adanya pelayanan, dan kesehatan mulai sejak kandungan hingga alat kesehatan.

“Kalau ada terobosan, misalnya transformasi kesehatan dengan ada kebijakan baru dari Kementerian Kesehatan, terjadi pergeseran kurva (transformasi). Inilah yang kami harapkan dari Dies Natalis FKUI, mengingatkan FKUI mempunyai obligasi untuk membuat kontribusi. Karena modal dasarnya sudah tinggi. Berikutnya harus ada perbaikan terus menerus dan umpan balik sehingga kita harus memberikan sinyal bahwa kita makin baik,” kata pakar Ekonomi Makro dan Mikro itu.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB sangat mengapresiasi prestasi yang dicapai RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dan RS Universitas Indonesia (RSUI).

‘’Capaian itu membuktikan bahwa FKUI telah diapresiasi dunia. Ini juga berkat dukungan serta kerja sama ILUNI antar-angkatan.,’’ kata Prof. Ari Fahrial Syam.

Dikatakan, ILUNI FKUI saling berkejaran untuk saling mendukung agar rekan-rekannya bisa menjadi guru besar. Apa yang telah dilakukan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu riset, inovasi, publikasi, akan mengangkat nama FKUI dan UI untuk bisa bersaing di tingkat global.

FKUI, kata dia, konsisten melaksanakan kegiatan Tri Dharma dalam rangka mewujudkan UI sebagai Entreprenurial University. “Tahun 2022, Glaucoma Impant hasil inovasi tim FKUI yang diketuai oleh Dr. Virna Dwi Oktariana Asrory, Sp.M., produk inovasinya sudah dihilirisasi bekerja sama dengan PT Rohto, pencapaiannya di Indonesia luar biasa, dan tahun 2023 akan go international,” kata dia.

Seperti diberitakan, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dan RS Universitas Indonesia (RSUI), masuk dalam World’s Top Academic Health Centres (AMC) versi Brand Finance tahun 2023.

Indikator penilaian pemeringkatan itu didasarkan pada kategori perawatan pasien, penelitian, dan pengajaran, serta awareness dan familiarity, baik secara lokal maupun global. Brand Finance melakukan wawancara dengan pemangku kepentingan Pusat Medis Akademik atau Academic Medical Centres (AMC) di seluruh dunia untuk memahami faktor mana yang menentukan pusat medis akademis yang paling kuat.

Tujuan dari pemeringkatan itu adalah memahami secara holistik apa yang membuat pusat medis akademik top dunia menjadi unggul di bidangnya. Brand Finance telah membuat studi yang memungkinkan pemahaman yang transparan dan mendetail tentang persepsi profesional perawatan kesehatan di seluruh dunia, dengan wawasan yang dapat ditindaklanjuti dan target pertumbuhan yang jelas.

The Brand Strength Index (BSI) pada pemeringkatan ini meliputi investasi (25%), ekuitas (50%) dan kinerja (25%). Ukuran investasi mencerminkan sejauh mana lembaga berinvestasi dan mendukung brand. AMC harus berusaha meningkatkan fasilitas, layanan, aksesibilitas, serta faktor-faktor yang dapat menjadi fokus manajemen untuk mengembangkan lembaga mereka.

Untuk ukuran ekuitas, pemangku kepentingan akan dinilai sejauh mana ia menyadari brand dan persepsi mereka terhadapnya. Oleh karena itu, ekuitas brand memiliki bobot tertinggi dalam kerangka kerja BSI karena dapat meningkatkan reputasi dan kemampuan untuk menarik talenta terbaik ke AMC.

Dalam pilar ekuitas, terdapat juga metrik corong seperti awareness dan familiarity di tingkat lokal, regional, dan internasional yang merupakan 25% dari BSI. Bobot yang lebih tinggi diberikan pada tingkat internasional untuk mewakili studi global.

David Haigh, Chairman & CEO, Brand Finance, dalam rilis yang dikeluarkannya mengatakan membangun brand yang kuat merupakan tantangan unik bagi Academic Medical Centres karena struktur AMC yang menawarkan perawatan pasien, penelitian medis, dan pendidikan perlu dipertimbangkan oleh berbagai pemangku kepentingan.

“Tahun ini, Brand Finance telah melakukan studi baru tentang kekuatan brand AMC top dunia, serta menggabungkan semua faktor yang mencerminkan pengembangan merek AMC, persepsi pemangku kepentingan utama, dan manfaat yang diberikan brand yang kuat bagi organisasi,” ujarnya. (red)

1

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *